BATAM

Membangun dari Aspirasi, Amsakar–Li Claudia Dinilai Hadir untuk Warga

Membangun dari Aspirasi, Amsakar–Li Claudia Dinilai Hadir untuk Warga.f-ist

BATAM – Bagi masyarakat, pembangunan bukan sekadar angka dalam laporan atau rencana di atas kertas.

Kehadiran pemerintah baru benar-benar dirasakan ketika jalan yang rusak mulai diperbaiki, air bersih mengalir ke rumah-rumah, dan kelompok rentan seperti lanjut usia mendapatkan perhatian.

Itulah yang dirasakan warga Kecamatan Batam Kota. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, berbagai persoalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai ditangani secara bertahap melalui respons yang cepat dan pendekatan yang lebih dekat dengan warga.

Apresiasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Batam Kota, Sumantono, dalam acara Silaturahmi Pemerintah Kota Batam bersama RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Batam Kota di Pena Hall, Batam Centre, Selasa (21/7/2026) malam.

Menurut Sumantono, sejumlah aspirasi masyarakat telah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Perbaikan Jalan Baka dan Jalan Tengku Sulung, penyediaan jaringan pipa air bersih, hingga bantuan bagi warga lanjut usia menjadi contoh nyata bahwa pemerintah hadir mendengarkan sekaligus bertindak.

“Berbagai aspirasi warga telah ditindaklanjuti, seperti pembangunan dan perbaikan Jalan Baka serta Jalan Tengku Sulung, bantuan bagi lansia, hingga penyediaan pipa air bersih untuk masyarakat. Kami merasakan kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menilai, memimpin Kota Batam yang berpenduduk sekitar 1,4 juta jiwa tentu bukan tugas yang ringan.

Karena itu, masyarakat siap menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan pembangunan sekaligus membantu menyampaikan berbagai program kepada warga.

“Kami selalu mendoakan agar Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah. Kami juga siap menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk menyosialisasikan dan mendukung seluruh program Pemko Batam,” katanya.

Bagi Amsakar Achmad, pembangunan yang berhasil tidak mungkin diwujudkan hanya oleh pemerintah.

Dibutuhkan kolaborasi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat, terutama para pengurus RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat yang setiap hari bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Menurutnya, RT dan RW merupakan ujung tombak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Mereka bukan hanya menyampaikan program pembangunan, tetapi juga menjadi saluran aspirasi sehingga berbagai persoalan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.

“Daripada kita sibuk merespons hal-hal yang tidak penting, lebih baik menjadi penyambung lidah pemerintah untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sekaligus menjadi penyambung aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Dengan begitu, setiap persoalan warga dapat ditangani secara tepat dan efisien,” ujar Amsakar.

Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menegaskan komitmennya bersama Li Claudia Chandra untuk menuntaskan 15 program prioritas Pemerintah Kota Batam yang mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kekompakan dan memanfaatkan dukungan pemerintah pusat sebagai peluang besar untuk mempercepat pembangunan Batam menjadi kota yang semakin maju, modern, dan berdaya saing.

Silaturahmi tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Pertemuan itu memperlihatkan bahwa komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun Batam.

Ketika aspirasi didengar dan ditindaklanjuti, kepercayaan masyarakat pun tumbuh, menghadirkan optimisme bahwa pembangunan benar-benar bergerak menuju kebutuhan nyata warga. (*/bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *