Uncategorized

82 Jenis Pelatihan Gratis, Jalan Nyata Amsakar-Li Claudia Tingkatkan Kompetensi Pekerja Batam

BATAM — Di tengah geliat industri yang terus tumbuh, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang terampil dan memiliki kompetensi menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

Pemerintah Kota Batam menjawab kebutuhan itu dengan membuka akses pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat secara gratis.

Program tersebut menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan 15 program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menyiapkan tenaga kerja lokal agar semakin siap memasuki dunia kerja.

Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, pemerintah menyediakan 82 jenis pelatihan berbasis kompetensi bagi 1.984 pekerja dan calon tenaga kerja yang memiliki KTP Kota Batam.

Seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan, tidak dipungut biaya karena dibiayai melalui APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2026.

Bagi masyarakat, kebijakan ini bukan sekadar kesempatan mengikuti pelatihan.

Lebih dari itu, program tersebut menjadi pintu untuk meningkatkan keterampilan, memperoleh kompetensi baru, sekaligus memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan di tengah kebutuhan industri Batam yang semakin beragam.

Menjawab Kebutuhan Industri
Jenis pelatihan yang disiapkan pemerintah tidak hanya berorientasi pada satu bidang pekerjaan.

Materinya dirancang menyentuh berbagai kebutuhan dunia usaha dan industri, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin mengembangkan keterampilan di sektor kreatif maupun jasa.

Beragam pelatihan tersebut antara lain Accounting Level 1, Ahli K3 Umum, AutoCAD, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Desain Grafis, Digital Marketing UMKM, Editor Produk Multimedia, Electrical Technician, Fitter Pipe, Fitter Structure, Food and Beverage, Forklift, Human Capital, Jasa Boga, Web Development, Las 3G hingga 6G, Mekanik Motor Roda Dua, Menjahit, Mobile Programming, Operator Excavator, Operator K3, Operator Komputer, Public Speaking, Rigger, Scaffolding, Security, Tata Boga, Tata Rias, Teknisi Jaringan Komputer, Web Programming, hingga berbagai pelatihan Welder.

Ragam pilihan itu memperlihatkan bahwa peningkatan kompetensi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sektor manufaktur dan konstruksi, tetapi juga sektor jasa, teknologi informasi, pariwisata, perdagangan hingga industri kreatif.

Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan memilih keterampilan yang sesuai dengan minat maupun peluang kerja yang tersedia.

Gratis, Tetapi Tetap Selektif

Meski seluruh pelatihan diberikan secara gratis, bukan berarti proses penerimaan peserta dilakukan tanpa seleksi. Sejumlah program memiliki persyaratan khusus sesuai tingkat kompetensi yang dibutuhkan.

Pelatihan HRD Pariwisata, Ahli K3 Umum, Operator K3, Operator K3 Migas, Pengawas K3 Migas, dan Petugas K3, misalnya, mensyaratkan pendidikan minimal Diploma 3.

Sementara itu, pelatihan Teknisi K3 Listrik diprioritaskan bagi peserta yang memiliki latar belakang pendidikan atau kompetensi di bidang kelistrikan.
Khusus pelatihan las tingkat 4G, 5G hingga 6G, peserta yang telah memiliki pengalaman atau kompetensi pada Welder Dasar, Las 1G, 2G dan 3G menjadi prioritas.

Persyaratan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menempatkan peserta sesuai kebutuhan dan tingkat kompetensi masing-masing.

Tujuannya agar pelatihan yang diberikan benar-benar menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dari Pendaftaran hingga Seleksi
Pelaksanaan program diawali dengan pendaftaran secara daring pada 9–10 Februari 2026.

Setelah itu, peserta mengikuti proses daftar ulang dan verifikasi data pada 11–13 Februari 2026, sesuai kelompok nomor pelatihan.

Tahapan selanjutnya adalah seleksi berupa tes tertulis dan wawancara yang dilaksanakan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ditunjuk oleh Disnaker Kota Batam.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan peserta yang mengikuti pelatihan benar-benar memenuhi persyaratan dan memiliki kesiapan untuk mengikuti proses pembelajaran hingga selesai.

Pada akhirnya, program ini tidak hanya berbicara tentang jumlah peserta atau banyaknya jenis pelatihan. Ada tujuan yang lebih besar, yakni membangun kualitas manusia Batam agar mampu menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi daerah.

Investasi untuk Tenaga Kerja Lokal
Batam merupakan salah satu kawasan industri dan ekonomi strategis di Indonesia.

Perkembangan industri membawa peluang, namun pada saat yang sama menuntut kesiapan tenaga kerja dengan kemampuan yang sesuai.

Di sinilah pelatihan berbasis kompetensi memiliki peran strategis. Ketika kebutuhan industri berkembang, kemampuan tenaga kerja juga harus ikut bergerak.

Program gratis yang menyasar 1.984 pekerja dan calon pekerja tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton pertumbuhan ekonomi, tetapi ikut mengambil bagian di dalamnya.

Bagi Amsakar-Li Claudia, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam membangun Batam yang semakin maju.

Sebab pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur dan investasi, tetapi juga harus memastikan masyarakat lokal memiliki kemampuan untuk mengisi peluang yang tercipta.

Melalui 82 jenis pelatihan tersebut, pemerintah membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk belajar, meningkatkan keahlian, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja.

Gratisnya pelatihan menjadi kemudahan. Namun kompetensi yang diperoleh menjadi modal penting untuk masa depan.

Dan dari ruang-ruang pelatihan itulah, salah satu wajah Batam masa depan sedang dipersiapkan: tenaga kerja lokal yang terampil, kompeten, adaptif, dan siap bersaing. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *