Peletakan Batu Pertama, Al Ihsan Mulai Terima Santriwati

BINTAN — Pondok Pesantren Al Ihsan Bintan, Kepulauan Riau, memulai pembangunan gedung serbaguna untuk santriwati yang ditandai dengan peletakan batu pertama, Jumat (21/8/2026).
Gedung tersebut nantinya menjadi sarana kegiatan sekaligus tempat belajar bagi santriwati pondok pesantren itu.
Peletakan batu pertama dilakukan oleh Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti, didampingi perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Sunarjo, dan Pimpinan Pondok Pesantren Al Ihsan Zulkifli.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan Nafrion beserta sejumlah anggota DPRD Bintan.
Zulkifli mengatakan, pembukaan pondok putri ini merupakan langkah baru bagi Al Ihsan setelah tujuh tahun beroperasi. Santri baru untuk angkatan pertama pondok putri itu direncanakan mulai diterima pada 2027.
”Tahun pertama kami akan menerima 40 santri. Setiap kamar diisi empat orang, sehingga totalnya bisa mencapai 40 santri,” kata Zulkifli.
Pondok Pesantren Al Ihsan berdiri di atas lahan seluas 5 hektar dan menjadi salah satu pesantren dengan lahan terluas di Bintan.
Saat ini terdapat 16 pondok pesantren yang tersebar di wilayah tersebut.
Dari sisi akademik, Al Ihsan juga mencatatkan prestasi pada tahun ajaran 2026 dengan meraih rata-rata nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tertinggi untuk jenjang SMP se-Kabupaten Bintan.
Dorong Perda Pesantren
Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti mengapresiasi peran Pondok Pesantren Al Ihsan dalam mencerdaskan anak-anak Bintan, baik dari sisi pendidikan agama maupun pengetahuan umum.
Fiven mengatakan, DPRD Bintan berencana mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pondok Pesantren.
Beleid ini diharapkan menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk memberikan bantuan, baik berupa fasilitas maupun kebutuhan lain bagi pesantren-pesantren di Bintan.
”Selama ini bantuan untuk pesantren terkendala karena pondok berada di bawah koordinasi Kementerian Agama, bukan pemerintah daerah,” ujar Fiven.
Ia menambahkan, pihaknya bersama anggota DPRD Bintan lainnya akan terus memperhatikan keberadaan pondok pesantren di Bintan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, Sunarjo dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau menilai, luas wilayah Bintan saat ini masih memungkinkan untuk menambah jumlah pondok pesantren. Ia juga menyarankan agar pesantren di Bintan turut mengajarkan santri kemampuan membaca kitab kuning.
Ketua Komite Sekolah Al Ihsan Robby Patria menyambut baik penerimaan santriwati tahun depan. “ itu langkah maju pondok yang terus berkembang dan semakin maju. Semoga semakin banyak santri kualitas pendidikan juga semakin bagus,” kata Robby yang juga Koordinator Prodi Sejarah di FKIP UMRAH itu kemarin. (bs)


