BATAM

Dari Batam untuk Indonesia, Amsakar Gaungkan Transmigrasi sebagai Motor Pemerataan Pembangunan

Dari Batam untuk Indonesia, Amsakar Gaungkan Transmigrasi sebagai Motor Pemerataan Pembangunan.fi-ist

BATAM – Di tengah upaya pemerintah mempercepat pembangunan yang merata hingga ke pelosok negeri, Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membawa pengalaman Kota Batam ke panggung nasional.

Bukan sekadar berbagi cerita, tetapi menawarkan sebuah pendekatan yang menurutnya telah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.
Pesan itu disampaikan Amsakar saat menjadi narasumber dalam Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026).

Di hadapan ratusan peserta yang akan bertugas di kawasan transmigrasi di berbagai daerah, Amsakar menegaskan bahwa transmigrasi tidak lagi sekadar program perpindahan penduduk.

Lebih dari itu, transmigrasi kini menjadi instrumen strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan, membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah di Indonesia.

Menurutnya, tantangan pembangunan nasional tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat agar kawasan transmigrasi mampu tumbuh menjadi wilayah yang produktif dan berdaya saing.

Sebagai contoh, Amsakar mengangkat pengalaman Batam dalam menangani relokasi masyarakat terdampak pengembangan investasi di Rempang dan Galang.

Ia menyebut pembangunan kawasan permukiman baru di Tanjung Banun yang didukung Kementerian Transmigrasi menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat.

“Alhamdulillah, kehadiran Kementerian Transmigrasi membangun kawasan permukiman di Tanjung Banun menjadi solusi yang paling baik..

Masyarakat memperoleh kepastian lahan sekaligus akan dibangun ekosistem permukiman yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung,” ujar Amsakar.

Baginya, keberhasilan tersebut lahir dari kesamaan visi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kota Batam, BP Batam, Kementerian Transmigrasi, serta kementerian dan lembaga terkait mampu bergerak dalam satu arah untuk menghadirkan solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Tak hanya membahas transmigrasi, Amsakar juga memaparkan bagaimana dirinya menyelaraskan dua peran strategis sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam.

Ia menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan dilakukan secara terpadu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara program pemerintah daerah dan BP Batam.

Dalam skema tersebut, BP Batam lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, pelabuhan, dan kawasan industri. Sementara Pemerintah Kota Batam memperkuat pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, hingga aspek sosial kemasyarakatan.

Pembagian peran ini dinilai mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat..

Di sisi lain, iklim investasi Batam juga terus diperkuat melalui sistem pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses perizinan, memberikan kepastian hukum, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi nasional.

Menutup paparannya, Amsakar menitipkan harapan besar kepada 1.476 anggota Tim Ekspedisi Patriot yang akan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Ia mengajak para peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi, membangun semangat masyarakat, serta melahirkan energi baru bagi kemajuan daerah.

“Saya percaya dengan pembekalan yang telah diberikan kepada rekan-rekan Tim Ekspedisi Patriot. Insya Allah kehadiran saudara-saudara di kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia dapat membangun kondusivitas, memobilisasi masyarakat agar semakin produktif, sekaligus menghadirkan energi baru untuk mendorong kemajuan daerah,” tutup Amsakar.

Dari forum nasional tersebut, Batam kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pusat investasi, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan praktik kolaborasi pembangunan yang dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *