Ekspor Kepri Januari-Juli 2026 Naik

TANJUNGPINANG – Nilai kumulatif ekspor Provinsi Kepri kurun waktu 7 bulan (Januari-Juli) tahun 2026 naik 1,42 persen berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri.
Adapun nilai kumulatif ekspor Kepri Januari-Juli tahun 2026 sekitar US$14.523,00 juta atau sekitar Rp258,5 Triliun dengan kurs Rp17.800 per Dolar Amerika per, Kamis (17/9/2026) hari ini.
BPS juga mencatat, nilai ekspor Kepri Juni 2026 sekitar US$2.087,66 juta atau sekitar Rp37,16 Triliun dengan kurs yang sama. Ekspor Juni 2026 ini naik 4,29
persen dibanding ekspor Juli 2025.
Ekspor nonmigas Juli 2026 mencapai US$1.851,86 juta, naik 3,68 persen dibanding Juli 2025. Ekspor migas Juli 2026 mencapai US$235,80 juta, naik 9,32 persen dibanding Juli 2025.
Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar selama Januari-Juli 2026 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) mencapai US$5.952,47 juta dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 49,93 persen.
Selama Januari-Juli 2026, Singapura menjadi negara tujuan ekspor terbesar hingga mencapai US$4.279,15 juta dengan peranannya sebesar 29,46 persen.
Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Januari-Juli 2026 mencapai US$3.113,49 juta dengan peranannya sekitar 26,12 persen. Singapura menjadi negara tujuan ekspor migas terbesar pada Januari-Juli 2026 yang mencapai US$1.798,02 juta dengan peranannya sebesar 69,12 persen.
Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-Juli 2026 terbesar adalah melalui Pelabuhan Batu Ampar US$7.780,53 juta; diikuti Pelabuhan Sekupang US$1.832,26 juta; Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$1.796,47 juta; Pelabuhan Kabil/Panau US$948,28 juta; dan Pelabuhan Tarempa US$750,63 juta. Peranan kelima Pelabuhan tersebut terhadap ekspor Januari-Juli 2026 mencapai 90,26 persen.
Volume ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-Juli 2026 terbesar adalah melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun sebesar 9.185,10 ribu ton; diikuti Pelabuhan Kijang 1.552,29 ribu ton; Pelabuhan Batu Ampar 1.180,21 ribu ton; Pelabuhan Tarempa 1.129,45 ribu ton; dan Pelabuhan Belakang Padang 844,25 ribu ton. Peranan kelima Pelabuhan tersebut terhadap volume ekspor Januari-Juli 2026 mencapai 92,67 persen. (*/Martunas)
Editor : Sutana


