BUDAYA

Tidak Ada Toga Sipoholon

Desain tugu Jamita Mangaraja Situmeang yang pernah dibuat. f-ist

SIPOHOLON merupakan salah satu nama kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Sehingga, panggilan atau sebutan akan TOGA SIPOHOLON tidak tepat dan memang tidak ada Toga Sipoholon.

Dalam kebiasaan Batak, Toga itu berasal dari marga. Bukan dari nama daerah. Karena itu, kebiasaan menyebutkan Toga Sipoholon harus dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama ini, ada yang menganggap bahwa Parsadaan (Persatuan) Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang adalah Toga Sipoholon. Ini anggapan yang salah dan sangat keliru.

Sebab, Sipoholon bukan anak atau putra Siraja Naipospos. Sipoholon merupakan kampung atau asal muasal keempat marga tersebut.

Mungkin, dulu penyebutan Toga Sipoholon itu untuk memudahkan sebutan bagi keempat marga tersebut. Sehingga menjadi panggilan kebiasaan. Karena itu, sebutan Toga Sipoholon itu harus dihilangkan.

Ini beberapa contoh Toga :

  1. Toga Marbun
    Marbun merupakan salah satu anak Siraja Naipospos. Marbun memiliki 3 anak yakni Lumbanbatu, Banjarnahor dan Lumbangaol.

Keturunan Marbun sudah menggunakan marga sendiri dan mereka sudah saling menikah. Karena itulah, disebut Toga Marbun.

  1. Toga Simamora
    Simamora memiliki tiga anak yakni Purba, Manalu, Debataraja. Mereka sudah saling menikah sehingga terbentuklah toga.

Masih banyak toga dalam marga Batak. Namun, untuk Toga Sipoholon tidak ada karena Sipoholon bukanlah ayah Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang. Melainkan nama daerah.

Memang, Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang sudah saling menikah. Tapi tetap tidak dibuat namanya Toga. Tetap menggunakan nama Siraja Naipospos.

Jamita Mangaraja Situmeang sendiri memiliki 4 anak yakni Oppu Raja Lalu, Oppu Binanga Julu, Oppu Raja Naunang dan Oppu Juara Tua.

Seandainya keturunan keempat anaknya itu saling menikah, maka itulah yang akhirnya akan melahirkan satu Toga. Dan sampai saat ini, belum ada keturunan yang empat itu saling menikah. Karenanya, tetap satu punguan tanpa pakai nama toga.

Untuk itu, penyebutan Toga Sipoholon harus dihilangkan dan kita jelaskan kepada anak cucu hingga turun temurun agar mereka tidak salah kaprah.

Kecamatan Sipoholon terdiri dari 13 desa dan 1 kelurahan yakni, Desa Huta Raja, Desa Huta Raja Hasundutan, Desa Huta Raja Simanungkalit, Desa Hutauruk, Desa Hutauruk Hasundutan, Desa Lobu Singkam, Desa Pagar Batu, Desa Rura Julu Dolok, Desa Rura Julu Toruan, Desa Simanungkalit, Desa Sipahutar, Desa Situmeang Hasundutan, Desa Tapian Nauli dan Kelurahan Situmeang Habinsaran.

Penduduk kecamatan ini sekitar 25,6 ribu jiwa. Adapun Kelurahan Situmeang Habinsaran adalah dari Air Panas, Narahar, Pancurtandiang, Sibadak 2, Tapian Nauli yang berbatasan dengan Desa Sipahutar di Silangkitang.***

Oleh : Martunas Situmeang

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *