BP Batam Menyemai Bibit Juara, Batam Prime Festival Jadi Awal Kebangkitan Sepak Bola Kepri

BATAM – Batam tak lagi ingin hanya dikenal sebagai kota industri, perdagangan, atau gerbang investasi. Kini, kota di beranda Indonesia itu mulai menapaki panggung baru: membangun masa depan sepak bola dari akar rumput.
Di Hall IT Centre BP Batam, Rabu (22/7/2026), semangat itu terasa begitu nyata ketika Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, membuka Match Coordination Meeting Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026.
Bukan sekadar agenda teknis menjelang turnamen, pertemuan tersebut menjadi penanda dimulainya sebuah gerakan besar untuk menghidupkan kembali denyut sepak bola Batam yang sempat meredup pascapandemi.
Bagi Fary, membangun sepak bola tidak cukup hanya dengan menghadirkan pertandingan bergengsi atau mendatangkan pemain bintang. Fondasi yang sesungguhnya justru lahir dari lapangan-lapangan kecil, tempat anak-anak mengejar bola dengan mimpi yang masih sederhana.
Karena itu, BP Batam memilih memulai dari kelompok usia U-8, U-10, dan U-12. Sebuah keputusan yang mungkin tidak menghasilkan gemerlap dalam waktu singkat, tetapi diyakini akan melahirkan generasi pesepak bola yang matang di masa depan.
“Kalau ingin sepak bola Batam maju, kita harus mulai dari bawah,” menjadi pesan yang menggambarkan arah pembangunan olahraga yang lebih berkelanjutan.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa kebangkitan sepak bola bukan sekadar mengejar prestasi instan, melainkan membangun ekosistem pembinaan yang konsisten.
Anak-anak yang hari ini bermain di festival usia dini bisa menjadi pemain profesional beberapa tahun mendatang jika mendapat pembinaan yang tepat.
Lebih dari itu, Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 juga memperlihatkan bagaimana olahraga dapat menjadi jembatan kerja sama internasional.
Kehadiran peserta dari berbagai negara membuka peluang pertukaran pengalaman, metode latihan, hingga pengembangan akademi sepak bola yang lebih modern.
Sinergi yang mulai dibangun bersama Singapura dan Brunei Darussalam menjadi langkah awal agar Batam tidak hanya menjadi tuan rumah turnamen, tetapi juga pusat pembinaan talenta sepak bola di kawasan Asia Tenggara.
Momentum semakin kuat dengan terjalinnya kerja sama antara Garuda Yaksa FC dan Batam Premier FC. Melalui nota kesepahaman tersebut, Batam akan menjadi salah satu lokasi pembinaan sekaligus seleksi pemain muda yang berpotensi bergabung dengan klub profesional.
Artinya, anak-anak Batam kini memiliki jalur yang lebih jelas menuju sepak bola level nasional.
Rangkaian festival sendiri akan berlangsung sepanjang Agustus 2026. Kompetisi usia dini digelar pada 7–9 Agustus di Stadion Temenggung Abdul Jamal, dilanjutkan Batam Grassroot Football International pada 14–16 Agustus di Stadion Gelora Citra Mas.
Puncaknya, Batam International Football Series pada 22–23 Agustus akan mempertemukan Batam Premier FC, Gaylang International FC, Garuda Yaksa FC, dan Indra FC..
Namun, nilai terbesar festival ini bukan hanya pada pertandingan yang tersaji.
Setiap tim yang datang membawa keluarga, pelatih, dan pendukung. Mereka akan menginap di hotel-hotel Batam, menikmati kuliner lokal, menggunakan transportasi, hingga berbelanja produk UMKM.
Di sinilah olahraga berubah menjadi penggerak ekonomi daerah melalui konsep sport tourism.
Bagi BP Batam, investasi tidak selalu berbentuk pabrik, kawasan industri, atau infrastruktur fisik..
Investasi juga dapat hadir dalam bentuk pembangunan sumber daya manusia, promosi daerah, dan penciptaan citra positif Batam di mata dunia.
Di tengah pesatnya pertumbuhan investasi, Batam kini sedang menyusun identitas baru sebagai kota yang ramah terhadap olahraga internasional. Festival sepak bola usia dini menjadi salah satu pijakan menuju cita-cita tersebut.
Pada akhirnya, kebangkitan sepak bola tidak lahir dari sorak-sorai tribun semata. Ia dimulai dari keberanian memberi ruang kepada anak-anak untuk bermimpi.
Dan melalui Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Batam sedang menanam benih-benih mimpi itu agar suatu hari nanti, dari lapangan sederhana di kota perbatasan ini, lahir pemain-pemain yang mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. (bs)


