Uncategorized

Pajak yang Kembali Menjadi Jalan Pembangunan: Apresiasi untuk Mereka yang Menopang Batam

Pajak yang Kembali Menjadi Jalan Pembangunan: Apresiasi untuk Mereka yang Menopang Batam.f-ist

BATAM – Malam itu, lampu-lampu megah Ballroom Harmoni One Hotel di Batam Centre tidak hanya menerangi sebuah acara seremonial.

Di balik suasana penuh penghargaan, tersimpan pesan penting tentang bagaimana sebuah kota tumbuh, berkembang, dan mampu berdiri di atas kakinya sendiri.

Pemerintah Kota Batam menggelar Malam Apresiasi Wajib Pajak Kota Batam 2026 sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang selama ini taat memenuhi kewajiban perpajakan.

Mereka yang hadir bukan sekadar penerima penghargaan, tetapi bagian dari roda pembangunan yang terus bergerak menggerakkan ekonomi Batam.

Di hadapan ratusan wajib pajak dari berbagai sektor usaha, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan sebuah kenyataan yang sering kali terlupakan.

Jalan yang semakin baik, layanan kesehatan yang meningkat, program pendidikan yang berkembang, hingga berbagai bantuan sosial yang dirasakan masyarakat, semuanya tidak lepas dari kontribusi pajak yang dibayarkan secara rutin.

“Ketika Bapak dan Ibu membayar pajak, sesungguhnya sedang ikut membangun daerah ini,” ungkap Amsakar.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Angka-angka yang dipaparkan menunjukkan bahwa Batam sedang menuju tingkat kemandirian fiskal yang semakin kuat.

Kota industri dan perdagangan ini berhasil menempati posisi kelima sebagai daerah dengan tingkat kemandirian fiskal terbaik di Indonesia, naik dari peringkat kesembilan pada tahun sebelumnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Batam tidak hanya bertumpu pada dana transfer dari pemerintah pusat.

Sebaliknya, daerah ini mampu membiayai sebagian besar pembangunan melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2024, PAD Batam mencapai Rp2,36 triliun atau hampir 60 persen dari total APBD.

Setahun kemudian, angka itu meningkat menjadi Rp2,58 triliun. Capaian tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan pelaku usaha dalam membayar pajak telah menjadi modal penting bagi pembangunan daerah.

Namun, penghargaan yang diberikan malam itu sesungguhnya lebih dari sekadar angka penerimaan pajak. Ia menjadi simbol hubungan timbal balik antara pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah membutuhkan kepercayaan publik untuk mengelola pajak secara transparan dan akuntabel.

Sebaliknya, masyarakat membutuhkan bukti nyata bahwa pajak yang mereka bayarkan benar-benar kembali dalam bentuk pelayanan dan pembangunan.
Di Batam, hubungan itu mulai terlihat semakin kuat.

Pertumbuhan investasi yang terus meningkat, pembangunan infrastruktur yang berjalan, serta penurunan angka kemiskinan menjadi indikator bahwa pengelolaan keuangan daerah berada di jalur yang tepat. .

Bahkan di tengah tantangan ekonomi global, Batam mampu mencatatkan peningkatan investasi hingga 115 persen pada kuartal pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa iklim usaha di Batam tetap menarik bagi investor.
.

Pemerintah daerah pun terus berupaya menyelesaikan berbagai hambatan, mulai dari percepatan layanan perizinan hingga penataan kebijakan lahan agar tidak menghambat aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, keberhasilan ini juga tidak terlepas dari kerja panjang Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam yang secara konsisten menjaga realisasi penerimaan pajak di atas 90 persen dalam lima tahun terakhir.

Sebuah capaian yang menunjukkan bahwa kesadaran pajak di tengah masyarakat Batam semakin tumbuh.
Melalui Malam Apresiasi Wajib Pajak 2026, Pemko Batam mengirimkan pesan sederhana namun kuat: pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat.

Para pengusaha yang membayar pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, hingga pemilik properti yang taat membayar PBB, sejatinya sedang berinvestasi untuk masa depan kota ini.

Mereka mungkin tidak selalu terlihat di balik proyek pembangunan, tetapi kontribusinya hadir dalam setiap fasilitas publik yang dinikmati masyarakat.

Karena pada akhirnya, pajak bukan sekadar kewajiban administrasi. Pajak adalah bentuk partisipasi, kepercayaan, dan cinta terhadap daerah.

Dan malam itu, Batam memberikan penghormatan kepada mereka yang telah memilih untuk menjadi bagian dari kemajuan kota yang terus tumbuh sebagai salah satu lokomotif ekonomi Indonesia. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *