BUDAYA

Situmeang dan Boru Namatua Simangunsong

Desain tugu SItumeang Jamita Mangaraja yang pernah dibuat namun belum dibangun. f-ist

SETELAH ratusan tahun, akhirnya Marga Simangunsong mengetahui siapa Oppung Boru mereka. Ternyata istri Simangunsong (leluhur) adalah Boru Situmeang.

Kisah ini pernah diceritakan marga Simangunsong di Tanjungpinang dalam sebuah pesta adat. Waktu itu, Simangunsong ini mengatakan bahwa “Mataniari Biccar” mereka adalah Situmeang.

Selama ini, di kuburan Simangunsong dituliskan istrinya adalah Boru Naipospos. Hal itu dikarenakan mereka tidak tahu pasti boru apa Oppung Borunya diantara 7 marga keturunan Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Lumbanbatu, Banjarnahor, Lumbangaol).

“Godangan mandok Oppung Boru Nami Boru Sibagariang. Alai, ala dang pasti dope, makana dibaen ma Boru Naipospos di tugu ni oppung nami,”

Jadi, di kalangan marga Simangunsong, mereka lebih yakin bahwa Oppung Boru-nya adalah Boru Sibagariang.

Kespastian bahwa Oppung Boru mereka bukan Boru Sibagariang setelah arwah (tondi) Boru Situmeang datang ke salah satu marga Simangunsong dan memberitahukan bahwa dialah Oppung Boru mereka yang sebenarnya yakni Boru Situmeang.

Untuk membuktikannya, Simangunsong disuruh menanam bibit pohon Beringin secara terbalik. Jika tumbuh, maka benarlah Tondi yang datang itu Boru Situmeang Oppung Boru mereka.

Ternyata Beringin itu tumbuh meski ditanam terbalik. Akhirnya marga Simangunsong percaya lalu dibuatlah pesta tahun 2023 dan nisan di tugu itu pun diganti menjadi Boru Situmeang. Tidak lagi Boru Naipospos.

Di beberapa daerah, setiap kali Situmeang ada hajatan (Marulaon), maka Simangunsong selalu dipanggil. Sebutan atau panggilan untuk mereka saat menyerahkan Jambar adalah ‘Jambar Ni Boru Nami, Boru Namatua Simangunsong’.

Ketika Simangunsong menceritakan kisah ini, ada juga beberapa orang Situmeang dari Batam yang ikut nimbrung mendengarnya. Dan Situmeang dari Batam juga mengakuinya.

Karena di Batam pun, sudah dipanggil Simangunsong selaku Boru Namatua jika ada pesta. Namun di Tanjungpinang belum dilakukan karena Situmeang masih gabung dengan Naipospos. Beda dengan di Batam, Situmeang sudah membentuk Punguan sendiri.

Kisah Situmeang dengan Siahaan Hinalang dan Simangunsong ini hampir sama dengan kisah Simanungkalit dengan Sianipar Patuat Gaja. Dimana Sianipar Patuat Gaja selalu memanggil Tulang ke Simanungkalit.

Sembunyikan Identitas

Sedikit tentang kisah Boru Situmeang dengan Simangunsong, mereka memiliki tiga anak laki-laki yakni :

  1. Simangunsong Raja Mardagul
  2. Simangunsong Raja Bindu (Bindu Raja)
  3. Simangunsong Tunggul Hajoloan (Raja Portibi)

Namun Simangunsong Tunggul Hajoloan (Raja Portibi) yang merupakan anak bungsu Raja Simangunsong mati terbunuh di masa mudanya sebelum memiliki keturunan.

Boru Situmeang ini sangat sayang kepada anaknya Simangunsong Tunggul Hajoloan. Sehingga membuat dua anaknya yang lain selalu iri.

Setelah anak Siampudan-nya itu mati karena terbunuh, Boru Situmeang ini pun menyembunyikan identitasnya. Karena itulah, marga Simangunsong di generasi berikutnya tidak mengetahui boru apa Oppung Boru mereka.

Mungkin, kejadian itu sudah 300 atau 400 tahun silam. Jadi, identitas itu disembunyikan ratusan tahun lamanya.

Kini Pomparan (Keturunan) Simangunsong sudah merasa lega karena mereka sudah tahu siapa Mataniari Biccar atau siapa Oppung Boru mereka dari lelulurnya paling atas.

Sebagian Simangunsong sudah memanggil Tulang ke Situmeang seperti yang dilakukan marga Siahaan Hinalang. Namun sebagian masih dengan pertuturon biasa seperti selama ini.

Mungkin karena mereka belum tahu identitas asli oppung borunya selama ratusan tahun ini. Wajar. Dan kalaupun Situmeang dipanggil Tulang, maka sebaiknya Situmeang memanggil Amangboru terutama jika masih seumuran atau berdekatan usia.

Adapun silsilah Simangunsong merupakan anak dari Raja Sonak Malela yang memiliki 4 anak yakni :

  1. Simangunsong
  2. Marpaung
  3. Napitupulu
  4. Pardede

Catatan :

  1. Tulisan ini versi dari marga Simangunsong. Namun, tulisan ini saya buat ringkas.
  2. Ada kemungkinan, Boru Situmeang yang menjadi istri Simangunsong adalah No.2 yang masih ito kandung atau setara dengan Situmeang Raja Lalo, Situmeang Binanga Julu, Situmeang Raja Naunang dan Situmeang Juara Tua. Itu artinya, bisa jadi 3 atau 4 abad lalu.

Oleh : Martunas Situmeang

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *