Walikota Lis Kejar Dukungan Pusat untuk Bangun Berbagai Fisik di Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Keterbatasan APBD membuat Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak bisa mengandalkan anggaran daerah untuk membiayai seluruh kebutuhan pembangunan.
Sejumlah proyek strategis pun didorong masuk ke program pemerintah pusat, mulai dari rumah sakit, Pelantar II, gedung olahraga (GOR), Sekolah Rakyat hingga penanganan sejumlah pelantar.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau sejumlah lokasi yang diusulkan pemerintah kota saat berkunjung ke Tanjungpinang, Minggu (30/8/2026).
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Menteri PU melihat langsung sejumlah titik yang disiapkan untuk pembangunan rumah sakit, GOR, Pelantar II dan Sekolah Rakyat.
“Beliau melihat titik-titik lokasi yang kita usulkan untuk pembangunan rumah sakit, GOR, Pelantar II dan Sekolah Rakyat,” ujar Lis.
Pelantar II menjadi salah satu proyek yang diarahkan masuk program pemerintah pusat pada 2027. Untuk mengejar program tersebut, pemerintah kota diminta menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) tahun ini.
“Untuk pelantar 2027, beliau minta DED selesai tahun ini,” tambah Lis.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat sudah memasuki tahap proses. Lis memperkirakan pekerjaan dapat dimulai September atau paling lambat awal November dengan skema multiyears.
Selain Pelantar II, pemerintah kota akan kembali mengajukan penanganan Pelantar Pelangi, Pelantar Kuning, Sei Datok serta Balai Adat. Usulan tersebut akan disampaikan kembali kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perhubungan.
“Beliau minta disurati ulang untuk dua menteri, Menteri PU dan Perhubungan,” ucap Lis.
Untuk rencana pembangunan rumah sakit, persoalan lahan masih harus diselesaikan. Pemerintah kota sedang menyiapkan justifikasi dan proses pelepasan lahan dari Kementerian ATR.
“Untuk RSUD persoalan lahan baru kita justifikasikan, pelepasan dari Kementerian ATR. Saya dan Pak Wawako tentunya apa yang bisa diselesaikan, satu per satu,” ujarnya.
Lis menyebut kemampuan APBD yang terbatas belum dapat mencukupi kebutuhan pembiayaan seluruh rencana pembangunan. Karena itu, sejumlah proyek tersebut diajukan kepada pemerintah pusat.
“Dengan APBD kan tidak mungkin. Maka salah satu jalan untuk memfasilitasi adanya pembangunan Tanjungpinang yaitu dengan cara mengusulkan ke pusat,” pungkasnya.
Lis bersyukur Menteri PU merespons langsung sejumlah usulan pembangunan yang disampaikan pemerintah kota. Menurutnya, menteri juga memberi perhatian pada kawasan yang memiliki nilai sejarah sekaligus potensi ekonomi.
“Alhamdulillah, saya bersyukur Pak Menteri langsung merespons. Luar biasa perhatian beliau. Beliau itu suka sesuatu yang ada nilai sejarah dan beliau juga memikirkan masalah ekonomi,” sebutnya.
Salah satu kawasan yang berkaitan dengan nilai sejarah itu adalah bangunan lama RSUD. Bangunan yang berdiri sejak 1901 tersebut direncanakan dialihfungsikan menjadi rumah sakit khusus ibu dan anak.
“Bangunan lama RSUD nanti insyaallah akan dijadikan mungkin rumah sakit khusus ibu dan anak. Karena itu bangunan tua 1901,” tutup Lis. (*/Abas)
Editor : Martunas


