Kanal Banjir Purwodadi Dibangun, Harapan Warga Bintan Timur untuk Hidup Bebas Genangan Kian Nyata

BINTAN – Bagi warga Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, banjir pernah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Saat hujan deras mengguyur, air meluap hingga merendam rumah, jalan lingkungan, bahkan perkebunan.
Aktivitas warga lumpuh, sementara rasa cemas selalu menghantui setiap musim hujan tiba.
Kini, harapan itu mulai tumbuh. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) kembali melanjutkan program pengendalian banjir dengan membangun kanal banjir sepanjang sekitar 275 meter di kawasan tersebut.
Pembangunan yang didanai melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp970,96 juta itu menjadi lanjutan dari pekerjaan yang telah dimulai pada 2025. Selama 120 hari ke depan, sejumlah pekerjaan akan dilakukan, mulai dari pemasangan batu miring pada saluran, normalisasi aliran sungai, hingga perbaikan saluran yang rusak.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Kampung Purwodadi pernah mengalami banjir besar pada 2021.
Air bahkan mencapai ketinggian sekitar satu meter dan merendam kawasan mulai dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara. .
Permukiman dan lahan perkebunan warga tak luput dari genangan yang berlangsung cukup lama…
Sejak saat itu, Pemerintah Provinsi Kepri secara bertahap melakukan penanganan. Diawali melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman pada 2021, kemudian dilanjutkan oleh Dinas PUPP pada 2025 dengan fokus pada sungai yang berada paling dekat dengan kawasan permukiman.
Hasilnya mulai dirasakan masyarakat. Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dona Astrina, menyebut penanganan yang dilakukan tahun lalu memberikan dampak yang sangat signifikan.
“Hasilnya sangat signifikan. Akhir tahun 2025 banjir tidak lagi merendam permukiman warga,” ujarnya.
Keberhasilan tersebut menjadi dasar dilanjutkannya pembangunan kanal pada tahun ini. Pemerintah berharap penyempurnaan sistem drainase dan aliran sungai dapat menghilangkan titik-titik genangan yang masih tersisa sehingga Kampung Purwodadi benar-benar terbebas dari ancaman banjir.
Pembangunan kanal banjir ini juga menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam menghadirkan infrastruktur yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Di wilayah yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan banjir, proyek ini bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan investasi untuk menghadirkan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup warga, serta menjaga aktivitas ekonomi masyarakat agar tetap berjalan tanpa gangguan saat musim hujan.
Dengan pembangunan yang terus berlanjut, harapan masyarakat Purwodadi kini semakin besar. Mereka menantikan hari ketika hujan deras bukan lagi menjadi ancaman, melainkan berkah bagi kehidupan tanpa dibayangi banjir. (bs)


