Balap Liar Jadi Sasaran, Polda Kepri Perkuat Pengamanan di Seluruh Kota Batam

BATAM – Ketika sebagian warga menikmati malam akhir pekan bersama keluarga atau sahabat, ratusan personel gabungan justru memulai tugas mereka.
Dari kawasan Welcome to Batam hingga sejumlah ruas jalan yang kerap menjadi titik berkumpulnya anak muda, aparat kepolisian menyisir kota untuk memastikan malam tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman.
Sebanyak 248 personel gabungan dari Polda Kepulauan Riau, Polresta Barelang, dan unsur TNI diterjunkan dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (25/7/2026) malam.
Operasi ini bukan sekadar penertiban balap liar, tetapi juga bagian dari upaya menjaga wajah Batam sebagai kota industri, perdagangan, sekaligus destinasi wisata yang aman.
Apel kesiapan dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol. Ronalzie Agus, S.I.K. di kawasan Ruko Business Center Welcome to Batam. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kehadiran polisi di lapangan merupakan implementasi arahan Kapolda Kepri untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama pada malam akhir pekan yang biasanya diwarnai meningkatnya aktivitas warga.
Namun, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar penegakan hukum. Kepada seluruh personel, Karo Ops mengingatkan agar setiap tindakan dilakukan secara humanis, profesional, dan mengedepankan keselamatan. Personel juga diminta tidak melakukan pengejaran terhadap pelanggar yang berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan bagi masyarakat maupun petugas.
Di lapangan, patroli menyasar berbagai titik yang selama ini dinilai rawan terjadinya balap liar, penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga potensi kejahatan jalanan.
Satlantas Polresta Barelang juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, seperti pengendara yang tidak mengenakan helm, tidak memasang pelat nomor kendaraan, tidak melengkapi kaca spion, maupun menggunakan knalpot yang tidak memenuhi standar.
Langkah tersebut bukan semata-mata untuk memberikan efek jera, melainkan membangun budaya berlalu lintas yang lebih disiplin. Sebab, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.
Menurut Kombes Pol. Ronalzie Agus, sasaran KRYD jauh lebih luas daripada sekadar balap liar. Kehadiran personel di berbagai sudut Kota Batam juga bertujuan mencegah aksi kriminalitas jalanan dan berbagai bentuk gangguan keamanan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa Kota Batam aman bagi warga, nyaman bagi wisatawan maupun pengunjung. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu mencegah terjadinya balap liar, kejahatan jalanan, dan berbagai gangguan kamtibmas lainnya,” ujarnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Kepri dalam menjaga stabilitas keamanan. Dengan kondisi kamtibmas yang kondusif, aktivitas ekonomi, investasi, hingga sektor pariwisata di Batam diharapkan terus tumbuh tanpa terganggu oleh aksi-aksi yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 yang aktif selama 24 jam secara gratis apabila membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan gangguan keamanan.
Keamanan sebuah kota tidak hanya dibangun melalui patroli aparat, tetapi juga melalui kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya.
Kolaborasi antara polisi dan warga menjadi fondasi penting agar Batam tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan ramah bagi semua. (*/bs)


