UMKM Batam Diperkuat, Pinjaman Tanpa Agunan Siap Naik hingga Rp100 Juta

BATAM – Pemerintah Kota Batam terus memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau.
Tak hanya memberikan pinjaman tanpa agunan, pemerintah juga menyiapkan langkah untuk meningkatkan plafon pembiayaan agar pelaku usaha memiliki ruang lebih besar dalam mengembangkan usahanya.
Melalui program subsidi margin atau bunga 0 persen, pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima dan pelaku usaha kuliner kini dapat memperoleh pinjaman dengan plafon awal hingga Rp20 juta tanpa agunan.
Program ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada sektor usaha yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, mengatakan Bank Sumut resmi menjadi mitra perbankan ketiga dalam program tersebut setelah Bank BTN dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah. Pemerintah Kota Batam juga tengah menjajaki kerja sama dengan Bank Jatim untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Saat ini, pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar untuk mendukung program tersebut.
Ke depan, sesuai arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan dukungan Bapelitbangda, plafon pinjaman diusulkan meningkat dari Rp20 juta menjadi Rp50 juta hingga Rp100 juta, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemko Batam dalam mendorong UMKM naik kelas.
Dengan akses permodalan yang lebih besar, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, hingga membuka lapangan pekerjaan baru.
Selain memperluas pembiayaan, Pemko Batam juga terus membenahi tata kelola koperasi. Berdasarkan Online Data System (ODS) per Juni 2026, terdapat 1.132 koperasi yang terdaftar di Kota Batam, dengan 375 koperasi berstatus aktif. Dari hasil pemeriksaan terhadap 43 koperasi pada 2025, sebanyak 16 koperasi meraih predikat Sehat, sementara 27 koperasi berpredikat Cukup Sehat.
Data tersebut menunjukkan bahwa koperasi di Batam terus bergerak menuju tata kelola yang lebih baik sebagai fondasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Di sisi lain, Pemimpin Divisi Kredit Konsumen PT Bank Sumut, Faisal Panggabean, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Batam.
Menurutnya, Bank Sumut siap mendukung pembangunan daerah melalui layanan pembiayaan yang inklusif, cepat, dan terjangkau bagi pelaku UMKM.
Ia menilai program subsidi bunga yang dijalankan pemerintah menjadi jembatan bagi usaha mikro untuk memperoleh akses modal dengan beban yang lebih ringan.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor perbankan diyakini mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.
Komitmen pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pemko Batam juga tidak berhenti pada sektor UMKM.
Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dan wilayah hinterland, peningkatan layanan kesehatan, serta berbagai program perlindungan sosial.
Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyerahkan penghargaan kepada koperasi berprestasi.
Ia mengajak seluruh pengurus koperasi untuk terus menjaga tata kelola organisasi yang sehat, transparan, dan akuntabel melalui pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara rutin.
Bagi Pemko Batam, koperasi yang sehat dan UMKM yang kuat bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga fondasi penting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Batam. (bs)


