BATAM

PWI Kepri Beri Anugerah Warta Marwah kepada Lima Tokoh

PWI Kepri Beri Anugerah Warta Marwah kepada Lima Tokoh.f-ist

BATAM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau akan memberikan Anugerah Warta Marwah 2026 kepada lima tokoh pada acara pelantikan pengurus PWI Kepri di Hotel Harmoni One Batam, 17 September 2026. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian kantor PWI Kepri, Orientasi Keorganisasian & Keanggotaan (OKK), serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) 6 Kelas keesokan harinya, 18-19 September 2026.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani mengatakan, Anugerah Warta Marwah merupakan penghargaan dari insan pewarta kepada tokoh-tokoh yang melalui karya, kepemimpinan, dan pengabdiannya dinilai telah mengangkat marwah negeri.

“Melalui penilaian mendalam, anugerah diberikan kepada lima tokoh Kepri,” kata Saibansah didampingi penanggung jawab Anugerah Warta Marwah, Ramon Damora.

Saibansah menambahkan, lima tokoh tersebut masing-masing menerima penghargaan dengan kategori berbeda.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menerima kategori Kepemimpinan Inovatif, atas kepemimpinannya dalam mendorong pembangunan Batam, memperkuat iklim investasi dan daya saing daerah, sekaligus memberi perhatian pada pembangunan manusia dan identitas budaya Melayu.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menerima kategori Harmoni Negeri, atas kiprahnya membangun kepemimpinan yang inklusif, menjembatani pemerintah dan masyarakat, serta memperkuat harmoni di tengah kemajemukan Batam.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima kategori Benteng Negeri, atas kepemimpinannya menjaga keamanan dan ketertiban di Kepri yang dinilai turut menciptakan iklim kondusif bagi masyarakat dan dunia usaha. Pendekatan humanis melalui pengenalan nilai-nilai Gurindam Dua Belas juga menjadi bagian dari pertimbangan penghargaan.

Ketua Umum LAM Kepri Kota Batam YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin menerima kategori Kedaulatan Adat, atas dedikasinya melestarikan dan menguatkan adat-istiadat Melayu serta menghidupkan kembali sejarah dan identitas Melayu di Batam.

Sementara Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan menerima kategori Kemaritiman Madani, atas kepedulian dan perjuangannya terhadap masyarakat pesisir dan hinterland, khususnya nelayan dan masyarakat pulau-pulau, sejalan dengan karakter Kepri sebagai provinsi maritim.

Menurut Ramon Damora, Anugerah Warta Marwah tahun ini memiliki bentuk yang berbeda dari trofi penghargaan pada umumnya. Penghargaan dibuat dari kayu berbentuk pohon, yang disebut “Pohon Marwah”, dipadukan dengan akrilik.

Desain dan pembuatan penghargaan tersebut melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari Laboratorium Technopreneur Politeknik Negeri Batam.

“Kita sengaja melibatkan generasi muda yang punya kreativitas tinggi. Menyenangkan sekali bekerja sama dengan mereka,” ujar Ramon.

Ia mengatakan, bentuk pohon dipilih bukan sekadar pertimbangan estetika. Pohon melambangkan kebenaran sebagai akar pijakan pers, batangnya melambangkan keteguhan dan integritas, sedangkan cabang dan ranting menggambarkan keberagaman suara serta karya jurnalistik.

Namun, filosofi pohon itu tidak berhenti pada bentuk trofi.

“Seperti wujud sebuah pohon, Anugerah Warta Marwah adalah anugerah yang bertumbuh. PWI Kepri akan menjadikan anugerah ini sebagai tradisi intelektual setiap tahunnya. Kategorinya bisa berubah dan bertambah, penerimanya bisa siapa saja yang punya kontribusi memartabatkan marwah negeri. Seperti pohon yang terus bertumbuh,” ujar sastrawan dan budayawan Kepri ini.

Ramon menambahkan, semangat tersebut sekaligus menjadi pesan utama Anugerah Warta Marwah, yakni berakar pada kebenaran, tumbuh menaungi negeri. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *