Air Bersih dan Pelabuhan Jadi Harapan Warga Pulau Seraya, Amsakar Pastikan Masuk Prioritas Pembangunan

BATAM – Menjangkau pulau-pulau hinterland bukan sekadar agenda seremonial bagi Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Di Pulau Seraya, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Rabu (22/7/2026), ia memilih mendengar langsung suara masyarakat, menyerap aspirasi, sekaligus memastikan bahwa pembangunan Batam harus dirasakan hingga ke wilayah kepulauan.
Dalam suasana silaturahmi bersama para Ketua RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Unit Pengumpul Zakat (UPK), dan tokoh masyarakat, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi warga disampaikan secara terbuka.
Air bersih, pelabuhan umum, hingga layanan listrik menjadi tiga kebutuhan utama yang dinilai mendesak.
Perwakilan masyarakat Kecamatan Bulang, Yusuf, mengungkapkan bahwa keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah beroperasi sejak 2024 memang membawa perubahan, namun kapasitasnya masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.
Di sisi lain, keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan sehari-hari yang harus segera mendapatkan solusi.
Tak kalah penting, warga juga berharap pemerintah membangun pelabuhan umum yang lebih representatif. Pelabuhan dinilai menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Pulau Seraya, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi kebutuhan pokok.
Mendengarkan berbagai aspirasi tersebut, Amsakar menegaskan bahwa pembangunan harus dimulai dari mendengar kebutuhan masyarakat secara langsung.
Menurutnya, silaturahmi menjadi ruang terbaik untuk mengetahui persoalan riil yang terjadi di lapangan.
Ia mengajak masyarakat tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Baginya, semangat kebersamaan dan rasa syukur akan menjadi modal penting dalam mencari solusi atas setiap persoalan yang dihadapi.
Amsakar juga menegaskan bahwa RT, RW, dan LPM memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di lingkungan masyarakat.
Mereka bukan hanya menyampaikan program pemerintah, tetapi juga menjadi penghubung yang membawa aspirasi warga agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Menjawab harapan warga terkait pelabuhan umum, Amsakar memastikan Pemerintah Kota Batam akan mengupayakan penganggarannya pada tahun 2027 sehingga pembangunan dapat direalisasikan pada 2028.
Sementara untuk persoalan air bersih, ia mengakui masih terbatasnya debit air baku menjadi tantangan.
Namun, pemerintah tidak akan tinggal diam. Dalam waktu dekat, tim teknis akan diturunkan untuk melakukan survei lapangan sebagai langkah awal menentukan solusi terbaik bagi masyarakat Pulau Seraya.
Begitu pula dengan layanan listrik. Pemerintah Kota Batam akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pasokan listrik di Pulau Seraya semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Bagi Amsakar, kemajuan Batam tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan.
Pulau-pulau hinterland juga memiliki hak yang sama untuk menikmati pembangunan, infrastruktur, dan pelayanan publik yang layak.
Di akhir kegiatan, Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyerahkan insentif secara simbolis kepada Ketua RT, Ketua RW, dan pengurus LPM sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga pelayanan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman serta kondusif.
Silaturahmi di Pulau Seraya pun menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui proyek fisik, tetapi juga melalui komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Dari dialog sederhana di pulau kecil itu, lahir harapan besar agar pemerataan pembangunan benar-benar menjangkau seluruh wilayah Batam tanpa terkecuali. (bs)


