BATAM

Batam Menjemput Peluang dari Negeri Tirai Bambu

Batam Menjemput Peluang dari Negeri Tirai Bambu.f-ist

BATAM – Di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik investasi global, Batam kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu gerbang ekonomi Indonesia.

Kota yang berada di jalur pelayaran internasional ini terus membangun jejaring dengan berbagai negara, termasuk Tiongkok, yang selama ini menjadi salah satu mitra dagang dan investor terbesar Indonesia.

Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menerima kunjungan kerja Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Medan, Huang He, di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan diplomatik, melainkan menjadi momentum memperkuat hubungan ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru bagi Batam.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar memaparkan berbagai keunggulan Batam yang selama ini menjadi daya tarik investor. Mulai dari status Free Trade Zone (FTZ) yang memberikan berbagai kemudahan berusaha, sistem perizinan yang semakin sederhana, hingga letak geografis Batam yang berada di salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia.

Menurut Amsakar, keunggulan tersebut semakin lengkap dengan dukungan penuh pemerintah pusat, infrastruktur yang terus berkembang, serta sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang menjaga stabilitas wilayah.

“Batam memiliki daya tarik investasi yang sangat kuat, mulai dari kemudahan perizinan, status FTZ, hingga letak geografis yang sangat strategis di jalur pelayaran internasional.

Seluruh keunggulan ini didukung penuh oleh Pemerintah Pusat serta sinergi dan kekompakan Forkopimda yang solid,” ujarnya.

Lebih dari sekadar menawarkan insentif investasi, Batam juga mengedepankan kepastian berusaha. Stabilitas keamanan, kondisi sosial-politik yang kondusif, serta hubungan harmonis antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang sehat.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Batam terus memastikan kesiapan infrastruktur penunjang.

Pasokan air bersih dan energi listrik terus diperkuat agar mampu memenuhi kebutuhan kawasan industri dan berbagai proyek investasi berskala besar yang terus berkembang.

Bagi Amsakar, investasi bukan sekadar menghadirkan modal, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Karena itu, Pemko Batam membuka ruang yang luas bagi investor, termasuk dari Tiongkok, selama investasi tersebut dijalankan secara bertanggung jawab, beretika, serta memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Selama investasi tersebut memberikan dampak positif, dijalankan secara beretika, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam, kami akan menyambutnya dengan baik dan memberikan dukungan penuh,” tegasnya.

Pertemuan dengan Konsul Jenderal RRT di Medan diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan ekonomi Batam dengan Tiongkok.

Di tengah dinamika ekonomi global, diplomasi investasi seperti ini menjadi bagian penting dari upaya Batam mempertahankan daya saingnya sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia.

Dengan posisi geografis yang strategis, infrastruktur yang terus diperkuat, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan kemudahan berusaha, Batam semakin optimistis menatap masa depan sebagai pusat industri, perdagangan, dan investasi internasional yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *