TANJUNGPINANG

Menyemai Harapan dari Dompak, Sekolah Rakyat untuk Masa Depan Anak Kepri

Menyemai Harapan dari Dompak, Sekolah Rakyat untuk Masa Depan Anak Kepri.f-ist

DOMPAK – Hamparan lahan seluas 10 hektare di kawasan Dompak, Tanjungpinang, tampak tenang di bawah terik matahari Selasa siang.

Namun di balik ketenangan itu, tersimpan harapan besar bagi masa depan ribuan anak Kepulauan Riau.

Di lokasi yang sebelumnya direncanakan menjadi kawasan pembangunan Sekolah Garuda tersebut, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama Kepala BNPT RI, Eddy Hartono, dan sejumlah pejabat pemerintah pusat serta daerah, menapakkan kaki untuk meninjau langsung calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Kepri.

Bagi sebagian orang, lahan itu mungkin hanya sebidang tanah kosong. Namun bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tempat itu kelak bisa menjadi gerbang menuju masa depan yang lebih cerah.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya menyediakan ruang belajar, sekolah ini dirancang sebagai pusat pembinaan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.

Saat berdiri di tengah lokasi, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan optimisme bahwa Kepri siap menjadi bagian penting dari program nasional tersebut.

Menurutnya, berbagai koordinasi telah dilakukan dengan sejumlah instansi terkait, mulai dari pengelola aset daerah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, hingga berbagai organisasi perangkat daerah lainnya.

“Kita ingin memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik. Dari hasil survei, lahan ini dinilai siap untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Bukan sekadar sekolah biasa, Sekolah Rakyat di Kepri akan mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama.

Konsep ini memungkinkan para siswa mendapatkan pendidikan yang lebih terintegrasi, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.
Di dalam kawasan sekolah nantinya akan tersedia berbagai fasilitas penunjang.

Mulai dari ruang belajar modern, asrama siswa, laboratorium, rumah guru, tempat ibadah, lapangan sepak bola standar semiinternasional, kolam renang, hingga fasilitas olahraga lainnya.

Konsep tersebut dirancang agar para siswa dapat tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pembelajaran, kedisiplinan, serta pengembangan bakat dan minat mereka.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan Sekolah Rakyat bukan hanya soal menghadirkan bangunan fisik. Lebih dari itu, sekolah ini diharapkan menjadi instrumen untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Di Kepulauan Riau, pemerintah menargetkan pembangunan tujuh Sekolah Rakyat yang tersebar di enam kabupaten dan kota. Tanjungpinang menjadi salah satu lokasi prioritas bersama Natuna dan Anambas.
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Kepri, Riduan Manik, menjelaskan bahwa seluruh pembangunan sarana dan prasarana akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menggambarkan kompleks sekolah tersebut akan terdiri dari sekitar 27 massa bangunan yang saling terintegrasi.

Sebuah kawasan pendidikan yang dirancang lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar sekaligus kehidupan berasrama.

Namun sebelum mimpi besar itu terwujud, masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan. Mulai dari kesesuaian tata ruang, AMDAL, sertifikasi lahan, konektivitas kawasan, hingga analisis dampak lalu lintas.
Pemerintah daerah pun dituntut bergerak cepat agar seluruh persyaratan administratif dan teknis dapat segera dipenuhi.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Mahadi Rahman, memastikan jajarannya siap mengawal setiap tahapan pembangunan. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar proses berjalan sesuai target.
Bagi masyarakat Kepri, khususnya keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi secercah harapan baru.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan tetap menjadi jalan paling efektif untuk mengubah nasib dan membuka peluang kehidupan yang lebih baik.
Kelak, ketika bangunan-bangunan sekolah itu berdiri megah di Dompak, mungkin akan lahir dokter, guru, peneliti, atlet, pemimpin daerah, hingga tokoh nasional dari anak-anak yang sebelumnya memiliki akses pendidikan terbatas.

Dan semuanya berawal dari sebidang lahan kosong yang hari ini sedang dipersiapkan, dengan satu tujuan mulia: memastikan tidak ada anak Kepulauan Riau yang kehilangan kesempatan untuk meraih cita-citanya. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *