Merah Putih Berkibar di Negeri Segantang Lada, Ansar Tegaskan Kepri Perisai Kedaulatan Maritim Indonesia

TANJUNGPINANG – Sang Merah Putih berkibar di halaman Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Senin (17/8/2026).
Di bawah langit Negeri Segantang Lada, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali posisi strategis Kepri dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan pesan kuat bahwa kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan harus dilanjutkan dengan kerja nyata. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara diikuti unsur TNI, Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, serta berbagai instansi vertikal.
Bagi Ansar, letak geografis Kepri yang berada di beranda terdepan Indonesia menjadikan provinsi kepulauan ini memiliki tanggung jawab besar.
Ribuan pulau dan hamparan laut bukan sekadar kekayaan alam, tetapi bagian dari wilayah kedaulatan yang harus dijaga bersama.
“Setiap jengkal karang dan setiap tetes air di lautan Kepulauan Riau adalah kehormatan Republik Indonesia yang harus kita jaga bersama sampai titik darah penghabisan,” tegas Ansar.
Pesan tersebut menggambarkan bagaimana Kepri ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas. Sebagai wilayah perbatasan dan provinsi maritim, Kepri menjadi perisai kedaulatan laut, benteng pertahanan ekonomi sekaligus etalase Indonesia di mata dunia.
Namun menjaga kedaulatan tidak hanya berbicara mengenai pertahanan wilayah. Menurut Ansar, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya mengisi kemerdekaan.
Karena itu, berbagai program pemerintah pusat dan daerah terus didorong agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kepri.
Sinergi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Forkopimda, instansi vertikal hingga masyarakat menjadi kekuatan dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam pembangunan.
Sejumlah capaian pun dipaparkan. Program penguatan wilayah perbatasan melalui sosialisasi kebangsaan berbasis sekolah telah menyasar sekitar 15.000 pelajar.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 87,47 persen, dengan penerima manfaat sebanyak 594.278 orang melalui 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.
Di sektor pemberdayaan masyarakat pesisir, program Kampung Nelayan Merah Putih telah dilaksanakan di 119 lokasi. Tiga lokasi telah terbangun di Batam dan satu lokasi di Natuna, sementara 115 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga telah terealisasi sebanyak 407 unit. Salah satu yang menjadi percontohan nasional adalah KDKMP Pulau Sembur, Batam, yang mengelola pembangkit listrik tenaga surya.
Sementara itu, program Sekolah Rakyat telah hadir di tiga lokasi, yakni Tanjungpinang, Kepulauan Anambas, dan Natuna. Program Tiga Juta Rumah di Kepri telah terealisasi sebanyak 9.739 unit, sedangkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis sepanjang 2026 telah memberikan manfaat kepada 295.527 jiwa.
Deretan program tersebut menunjukkan bahwa mengisi kemerdekaan di wilayah perbatasan bukan hanya soal menjaga garis batas negara, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, pangan bergizi, hunian layak dan peluang ekonomi.
Kemajuan Kepri juga tercermin dari sejumlah indikator pembangunan. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II 2026 mencapai 6,99 persen, tertinggi di Sumatera dan berada di peringkat ketiga nasional.
IPM Kepri 2025 mencapai 80,53 poin, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 4,09 persen, terendah sejak 2015.
Dari sisi investasi, realisasi Triwulan I 2026 mencapai Rp23,79 triliun, tertinggi di Sumatera dan peringkat ketujuh nasional. Tingkat Pengangguran Terbuka juga turun dari 6,87 persen pada Februari menjadi 6,45 persen pada Mei 2026.
Bagi Ansar, capaian tersebut bukan sekadar angka statistik. Di baliknya terdapat kerja bersama seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan Kepri mengisi kemerdekaan.
Ia pun memberikan apresiasi kepada Forkopimda, instansi vertikal, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa dan kelurahan serta seluruh masyarakat yang selama ini menjaga sinergi pembangunan.
“Mari kita padukan langkah, satukan tekad, dan kobarkan semangat. Jika dahulu meraih kemerdekaan dengan cara merebut, maka saat ini kita mengisi kemerdekaan dengan cara dikebut, melalui percepatan pembangunan di segala lini,” ujar Ansar.
Di tengah perubahan zaman dan tantangan kawasan, pesan itu menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dirawat melalui persatuan. Kepri dengan karakter kepulauan dan posisi strategisnya memiliki peran penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan.
Dari pulau-pulau terdepan hingga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, semangat Merah Putih harus tetap menyala. Bukan hanya dalam upacara, tetapi dalam kerja, pelayanan, pembangunan dan keberanian menjaga setiap jengkal wilayah negeri.
“Semangat kemerdekaan akan terus dikibarkan dari setiap jengkal ribuan pulau di Negeri Segantang Lada. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa Kepulauan Riau akan selalu siap mengiringi laju kejayaan Republik Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” tutup Ansar. (*)


