Mulyana Terpilih sebagai Ketua RT 04/RW 16 Cahaya Garden Bengkong


BATAM, katasiber – Pagi itu, Minggu (3/5/2026), suasana di Perumahan Cahaya Garden Tahap 2, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, terasa berbeda dari biasanya.
Bukan karena ada perayaan besar atau acara resmi berskala kota, melainkan karena sebuah momen sederhana yang justru penuh makna: pemilihan Ketua RT 04/RW 16.
Di sudut perumahan yang dihuni ratusan jiwa itu, demokrasi hadir dalam wajah yang hangat tanpa sekat, tanpa ketegangan, dan jauh dari kesan formal yang kaku.
Sejak pagi, warga mulai berdatangan. Ada yang datang bersama keluarga, ada pula yang sekadar mampir sambil menyapa tetangga.
Senyum dan tawa menjadi pemandangan yang mendominasi. Anak-anak berlarian di sekitar lokasi, sementara para orang tua duduk santai, bercengkerama sembari menunggu giliran memberikan hak pilih.
Di balik suasana santai itu, proses demokrasi tetap berjalan serius. Dua nama yang sudah tak asing di lingkungan tersebut, Mulyana dan Arman Plani, maju sebagai kandidat Ketua RT. Keduanya dikenal aktif dan dekat dengan warga, membuat pilihan terasa tidak mudah, namun tetap dijalani dengan penuh kedewasaan.
Hasilnya, Mulyana berhasil meraih kepercayaan mayoritas warga dengan 67 suara.
Sementara Arman Plani memperoleh 41 suara, dan satu suara dinyatakan tidak sah. Angka-angka itu bukan sekadar hitungan, melainkan cerminan partisipasi dan kepercayaan warga terhadap sosok pemimpin di lingkungannya.
Namun, yang paling terasa bukanlah siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana proses itu dijalani.
Tak ada riak ketegangan, tak ada jarak di antara pilihan. Semua tetap saling menyapa, saling tertawa, dan kembali menjadi tetangga seperti biasa.
Menariknya, dinamika demokrasi di Cahaya Garden belum berhenti di situ. Pada sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB, di lokasi yang sama kembali digelar pemilihan untuk kepengurusan RT lainnya. Kali ini, dua kandidat perempuan tampil sebagai calon: Iin Utami dan Masdarena Sitohang.
Kehadiran dua srikandi tersebut menghadirkan warna baru. Ini bukan sekadar tentang siapa yang akan terpilih, tetapi juga menjadi simbol bahwa ruang kepemimpinan di tingkat lingkungan semakin terbuka dan inklusif, termasuk bagi perempuan.
Di tengah jalannya proses, Ketua RW 16, Wawan Purnawan, tampak hadir dan berbaur bersama warga. Tidak ada jarak antara pemimpin dan masyarakat. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, sekaligus menjaga suasana tetap kondusif dan nyaman.
Perumahan Cahaya Garden Tahap 2 sendiri memiliki karakter yang unik. Dengan satu akses pintu masuk yang menghubungkan dua RT, yakni RT 03 dan RT 04, kawasan ini dihuni sekitar 500 jiwa. Kedekatan sosial antarwarga terasa begitu kuat, seolah batas administratif hanyalah formalitas semata..
Pemilihan Ketua RT kali ini pun menjadi lebih dari sekadar agenda rutin. Ia menjelma menjadi ruang pertemuan sosial tempat warga saling bertukar cerita, mempererat hubungan, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan.
Di tengah kehidupan kota yang serba cepat dan cenderung individualistis, momen seperti ini menjadi pengingat bahwa harmoni sosial masih tumbuh subur di tingkat akar rumput. Demokrasi tidak selalu harus megah dan penuh protokoler. .
Di Cahaya Garden, demokrasi hadir dalam bentuk paling sederhana: kehadiran, kebersamaan, dan rasa saling memiliki..
Akhirnya, pemilihan Ketua RT di lingkungan ini bukan hanya menghasilkan seorang pemimpin baru, tetapi juga memperkuat jalinan sosial yang telah lama terbangun. Sebuah perayaan kecil demokrasi yang hangat, tulus, dan membahagiakan. (bs)


