BATAM

Dari Doa ke Harapan: Awal Pembangunan Rumah Wakaf Qur’an di Batam

BATAM, katasiber – Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi saat warga Tiban Indah mulai berkumpul di sebuah lahan di Tiban Mc. Dermot No. 1, Batam, Jumat (17/04/2026).

Tidak ada kemegahan, hanya hamparan tanah yang segera berubah menjadi pondasi harapan.

Di tempat inilah, langkah awal pembangunan Rumah Wakaf Qur’an dimulai.

Suasana khidmat terasa ketika doa bersama dipanjatkan. Tokoh masyarakat dari RT 01, 03, dan 04, warga sekitar, hingga pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam larut dalam harapan yang sama: agar setiap proses pembangunan berjalan lancar dan penuh keberkahan.

Nama-nama seperti Ir. Moch. Arief selaku Dewan Pertimbangan dan Syarifuddin, ST., MEI sebagai bendahara hadir bukan sekadar memenuhi agenda, tetapi menjadi saksi dimulainya sebuah ikhtiar besar membangun pusat peradaban berbasis wakaf.

Doa yang mengalun pagi itu bukan hanya ungkapan syukur. Ia membawa harapan panjang untuk para wakif yang telah menitipkan hartanya, untuk para pekerja yang akan membangun, dan untuk generasi yang kelak akan tumbuh di dalamnya.

Pekerjaan borpile yang dimulai hari itu menjadi penanda bahwa mimpi tersebut tidak lagi sebatas wacana. Dengan estimasi anggaran sekitar Rp3 miliar, bangunan tiga lantai ini dirancang bukan sekadar sebagai tempat belajar, tetapi sebagai pusat kehidupan.

Lantai pertama akan dihidupkan dengan aktivitas ekonomi melalui gerai usaha mandiri. Lantai kedua menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan nilai-nilai keislaman.

Sementara lantai ketiga disiapkan sebagai tempat tinggal para santri—sebuah ruang sederhana tempat mimpi-mimpi besar dirawat.

Konsep ini mencerminkan gagasan besar tentang wakaf produktif—bahwa ibadah tidak hanya berhenti pada aspek spiritual, tetapi juga mampu menggerakkan kemandirian ekonomi umat.

Namun, membangun sebuah tempat bukan hanya soal fisik. Ia membutuhkan kepercayaan, kolaborasi, dan komitmen bersama. Karena itu, keberhasilan Rumah Wakaf Qur’an ini sangat bergantung pada dukungan seluruh pihak pemerintah, swasta, hingga masyarakat..

Di balik dimulainya pembangunan ini, tersimpan pesan kuat tentang amanah. BWI Batam tidak sekadar membangun gedung, tetapi sedang menanam masa depan melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga mandiri dalam kehidupan.

Hari itu, yang dimulai dari sebuah doa, perlahan berubah menjadi gerakan nyata.

Sebuah pengingat bahwa dari hal sederhana niat baik dan kebersamaan—lahir sesuatu yang besar dan berkelanjutan.

Dan mungkin, kelak dari tempat ini, akan lahir cahaya-cahaya kecil yang menerangi masa depan umat. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *