BATAM

Dari Pelantikan ke Pengabdian: Nenny Dwiyana Nyanyang Siap Perkuat Peran Perempuan Kepri

BATAM, katasiber – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti salah satu ballroom di Golden View Hotel, Jumat (17/4/2026).

Di tengah deretan tamu undangan dan tokoh perempuan dari berbagai organisasi, sebuah tonggak baru bagi gerakan perempuan di Kepulauan Riau resmi dimulai.

Nenny Dwiyana Nyanyang kini mengemban amanah sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau periode 2026–2031.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Marfuah Mustofa, menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin berdaya dan relevan di tengah dinamika zaman.

Bagi Nenny, jabatan ini bukan sekadar posisi struktural. Di balik prosesi pelantikan, ia melihatnya sebagai tanggung jawab besar untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun peradaban. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul, dan dari wanita yang berdaya akan tercipta masyarakat yang sejahtera,” ujarnya dalam sambutan.

Kalimat tersebut seolah menjadi benang merah dari visi yang ia bawa: menjadikan organisasi Wanita Islam sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus motor penggerak pemberdayaan perempuan di daerah.

Di tengah arus modernisasi, Nenny juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas lokal.

Nilai-nilai Melayu yang sarat makna tetap harus menjadi pijakan dalam setiap langkah pengabdian.

Baginya, prinsip “adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah” bukan hanya semboyan, melainkan fondasi moral yang harus dihidupkan dalam setiap program dan gerakan organisasi.

“Mari kita jaga kebersamaan, perkuat sinergi, dan hadir sebagai wanita yang tidak hanya tangguh, tetapi juga membawa kesejukan dan keberkahan,” tambahnya.

Komitmen itu tidak berdiri sendiri. Ia menyadari bahwa keberhasilan organisasi tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk membuka ruang kerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi perempuan, hingga elemen masyarakat lainnya.

Harapannya sederhana namun besar dampaknya: setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan umat dan memberikan manfaat nyata.

Pelantikan tersebut turut dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga organisasi perempuan dan tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Nenny, Wanita Islam Kepri diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga ruang bertumbuh tempat lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dari sebuah pelantikan, kini harapan itu mulai dirajut. Dan dari tangan perempuan-perempuan yang berdaya, masa depan yang lebih kuat dan sejahtera perlahan dibangun. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *