Membidik Prestasi dari Sekupang, Generasi Muda Panahan Kepri Bersiap Unjuk Gigi

BATAM, katasiber – Di hamparan lapangan kawasan Sei Harapan, bakal denting busur dan anak panah akan segera menjadi irama yang mendominasi.
Bukan sekadar kompetisi, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Panahan Antar Pelajar Kepulauan Riau 2026 menjadi panggung bagi lahirnya harapan dari tangan-tangan muda yang mulai terlatih membidik masa depan.
Ajang yang dijadwalkan berlangsung pada 17–19 April 2026 ini menjadi bagian penting dari program kerja Persatuan Panahan Indonesia Kepri.

Lebih dari sekadar agenda rutin, kejuaraan ini menjadi titik temu antara potensi, pembinaan, dan mimpi besar olahraga panahan di daerah.
Antusiasme terlihat sejak masa pendaftaran dibuka. Hingga menjelang pelaksanaan, sebanyak 275 peserta telah tercatat ambil bagian.
Mereka datang dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas
membawa semangat yang sama: ingin menguji kemampuan dan mengukir prestasi.
Ketua PERPANI Kepri, Abdul Razak, menyebut lonjakan peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan panahan di Kepulauan Riau.
“Pesertanya membeludak. Ini menunjukkan minat pelajar terhadap olahraga panahan semakin tinggi,” ujarnya.
Namun, Kejurda ini bukan hanya tentang jumlah peserta. Di balik setiap anak panah yang dilepaskan, tersimpan proses panjang pembinaan atlet muda yang diharapkan mampu menembus level nasional.
Dari arena inilah nantinya akan dipilih atlet-atlet terbaik untuk mewakili Kepri pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Targetnya jelas: memperbaiki capaian sekaligus mempertahankan eksistensi Kepri di peta panahan nasional.
Pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2025, Kepri berhasil mencuri perhatian dengan meraih medali perak.
Prestasi itu terasa istimewa karena diraih oleh atlet tingkat SMP di tengah dominasi daerah lain yang mengirimkan atlet usia lebih matang.
“Daerah lain mengirimkan atlet tingkat pelajar atas, sementara kita dari SMP bisa meraih perak. Itu menjadi kebanggaan tersendiri,” kata Abdul Razak.
Capaian tersebut bukan kebetulan. Pada Kejuaraan Nasional Junior 2025, Kepri juga berhasil menembus lima besar nasional bersaing dengan provinsi besar seperti Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Timur.
Hasil itu mempertegas satu hal: panahan Kepri tidak lagi dipandang sebelah mata.
“Sekarang atlet panahan Kepri sudah diperhitungkan di tingkat nasional,” tegasnya.
Di tengah persaingan yang kian ketat, Kejurda pelajar ini menjadi fondasi penting. Di sinilah mental tanding ditempa, teknik diasah, dan kepercayaan diri dibangun.
Bagi sebagian peserta, ini mungkin langkah awal. Namun bagi yang lain, ini bisa menjadi pintu menuju panggung yang lebih besar.
Ketika nanti anak panah melesat dari busurnya di Sei Harapan, yang diuji bukan hanya ketepatan membidik sasaran.
Lebih dari itu, yang sedang dipertaruhkan adalah mimpi—tentang membawa nama daerah, tentang berdiri di podium, dan tentang membuktikan bahwa dari Kepulauan Riau, prestasi bisa melesat jauh menembus batas. (bs)


