Fadli Zon Tetapkan Robby Patria Pimpin HIPIIS Kepri 2025–2029

Dari kiri Dr Rahmad dari STIE Pembangunan, Maulida dosen UMRAH, Robby Patria dosen UMRAH dan Dr Wayu Eko Dosen Pascasarjana UMRAH.
F-ist
TANJUNGPINANG – Ketua Umum Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS), Fadli Zon, menetapkan Robby Patria sebagai Ketua HIPIIS Provinsi Kepulauan Riau periode 2025–2029.
Dalam kepengurusan tersebut, Dr Wayu Eko Yudiatmaja dipercaya menduduki posisi Sekretaris HIPIIS Kepri.
Kepengurusan HIPIIS Kepri periode ini diisi oleh sejumlah akademisi dan ilmuwan sosial dari berbagai perguruan tinggi di Kepri.
Keterlibatan para akademisi lintas kampus tersebut diharapkan mampu memperkuat peran HIPIIS sebagai wadah pengembangan ilmu-ilmu sosial sekaligus memberikan kontribusi pemikiran strategis bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Ketua HIPIIS Kepri, Robby Patria, menyampaikan bahwa organisasi ini akan menjadi ruang kolaborasi akademik yang terbuka bagi para peneliti, dosen, intelektual, dan pemerhati ilmu sosial di Kepulauan Riau.
“HIPIIS harus hadir sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Ilmu-ilmu sosial perlu menjadi bagian penting dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris HIPIIS Kepri, Wayu Eko Yudiatmaja, menegaskan bahwa pengurus yang telah terbentuk akan segera menyusun program kerja yang berorientasi pada penguatan riset, pengembangan kajian sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.
Rencana Pelantikan Diselaraskan dengan Diskusi Pemikiran Bung Hatta
HIPIIS Kepri merencanakan pelantikan pengurus pada Juni 2026. Kegiatan tersebut akan disejalankan dengan diskusi ilmiah mengenai pemikiran Bung Hatta tentang koperasi yang tertuang dalam karya-karya dan kajian yang ditulis oleh Fadli Zon.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai relevansi pemikiran ekonomi kerakyatan Bung Hatta dalam menjawab tantangan pembangunan Indonesia saat ini, khususnya dalam penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan koperasi di daerah.
Selain pelantikan, kegiatan ini juga akan menghadirkan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ilmu sosial dan ekonomi kerakyatan.
Sejarah HIPIIS
HIPIIS merupakan singkatan dari Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial, sebuah organisasi yang menghimpun para ilmuwan sosial, akademisi, peneliti, dan pemerhati ilmu sosial di Indonesia.
Organisasi ini berdiri sejak tahun 1974 dan selama lebih dari lima dekade aktif mendorong pengembangan ilmu-ilmu sosial sebagai landasan penting dalam pembangunan bangsa.
HIPIIS didirikan pada tahun 1974 atas inisiatif beberapa tokoh dan ilmuwan sosial terkemuka Indonesia. Inisiator utama pembentukan organisasi ini antara lain Selo Soemardjan (Bapak Sosiologi Indonesia), Taufik Abdullah (Sejarawan), Koentjaraningrat (Bapak Antropologi Indonesia) dan Harsja Bachtiar.
HIPIIS secara rutin menyelenggarakan kongres ilmiah, seminar nasional, konferensi internasional, penyusunan policy paper, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh ilmu sosial melalui ajang HIPIIS Social Science Award.
Organisasi ini juga berperan dalam memberikan masukan akademik terhadap berbagai kebijakan strategis pemerintah.
Pada tahun 2025, Fadli Zon dikukuhkan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat HIPIIS periode 2024–2028 menggantikan Menko PMK di zaman Joko Widodo yakni Prof Muhadjir Effendi.
Dalam berbagai kesempatan, Fadli Zon menegaskan bahwa ilmu sosial harus menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan publik dan pembangunan nasional.
Dengan terbentuknya HIPIIS Kepulauan Riau, diharapkan lahir berbagai gagasan dan kajian strategis yang dapat memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Kepulauan Riau. (*)


