Dari Galang ke Masa Depan: Komitmen Batam Meratakan Pembangunan hingga Hinterland

BATAM, katasiber – Deru pembangunan Kota Batam tak lagi hanya berpusat di kawasan perkotaan. Di wilayah hinterland seperti Kecamatan Galang, harapan itu kian terasa nyata.
Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang merata, menyentuh hingga ke pulau-pulau penyangga.
Dalam suasana silaturahmi yang hangat bersama masyarakat Galang, Firmansyah hadir mewakili Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra, Kamis (9/4/2026).
Kehadiran itu bukan sekadar kunjungan formal, tetapi menjadi ruang dialog yang mempertemukan harapan warga dengan arah kebijakan pemerintah.
Di hadapan masyarakat, Firmansyah menegaskan satu pesan penting: pembangunan Batam harus inklusif. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal, termasuk Galang yang menjadi bagian strategis dari wajah Batam secara keseluruhan.
“Pesan pimpinan jelas, masyarakat Galang adalah bagian penting yang harus terus diperhatikan. Fokus kita ke depan adalah akses pendidikan, layanan kesehatan, dan peningkatan kualitas SDM,” ujarnya.
Bagi pemerintah, pembangunan bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang manusia. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar wilayah hinterland mampu tumbuh sejajar dengan kawasan perkotaan.
Anak-anak di Galang, kata dia, harus memiliki peluang yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.
Seruan itu menggema di tengah masyarakat yang selama ini berharap lebih banyak perhatian, terutama dalam hal pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Aspirasi demi aspirasi pun mengalir dalam pertemuan tersebut—menjadi potret nyata kebutuhan yang masih harus dijawab.
Namun, Pemerintah Kota Batam tak ingin berjalan sendiri. Firmansyah mengajak masyarakat untuk turut menjaga lingkungan, memperkuat pendidikan dalam keluarga, serta membangun sinergi demi keberlanjutan pembangunan.
“Kami hadir bukan hanya bersilaturahmi, tapi juga mendengar. Apa yang disampaikan masyarakat akan menjadi dasar kebijakan ke depan,” tegasnya.
Dari Galang, pesan itu ditegaskan kembali: pembangunan Batam bukan hanya milik kota, tetapi milik seluruh wilayah dari pusat hingga hinterland.
Sebuah komitmen untuk memastikan bahwa kemajuan tidak berhenti di satu titik, melainkan mengalir hingga ke pelosok, membawa harapan yang sama bagi setiap warganya. (as)


