Bocah Usia di Bawah 5 Tahun Khatam Al-Qur’an, TPQ Namirah Batam Cetak Generasi Qurani Sejak Dini

BATAM, katasiber – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti area parkir Masjid Namirah Cahaya Garden Bengkong, Batam, Minggu (24/5/2026).
Puluhan wali santri, tokoh masyarakat, hingga pengurus yayasan tampak antusias menyaksikan prosesi Khataman dan Imtihan ke-6 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Qira’ati Namirah Cahaya Garden.
Yang membuat acara ini istimewa, para santri yang mengikuti khataman merupakan bocah cilik berusia di bawah lima tahun.
Di usia yang masih sangat belia, mereka telah mampu menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Qira’ati secara tartil dan sesuai kaidah tajwid.
Kegiatan diawali dengan tawasul kepada pendiri Metode Qira’ati, dilanjutkan lantunan sholawat Nabi Muhammad SAW yang diiringi hadroh dan pawai santri. Nuansa religius begitu terasa, menciptakan suasana hangat dan khidmat di tengah masyarakat Cahaya Garden.
Sebanyak lima santri mengikuti prosesi khataman dan imtihan angkatan ke-6. Dalam pelaksanaannya, para santri diuji langsung secara terbuka di hadapan tamu undangan dan wali santri.
Mereka diminta membaca ayat-ayat Al-Qur’an sebagai bentuk evaluasi kemampuan setelah melewati tahapan ujian yang ketat sebelumnya.
Bukan sekadar seremoni, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an dapat dimulai sejak usia dini.
Kesungguhan para guru TPQ dan dukungan orang tua menjadi kunci lahirnya generasi kecil pecinta Al-Qur’an.
Sekretaris DKM Namirah, Muhammad Parso, mengatakan bahwa kegiatan khataman dan imtihan merupakan bentuk laporan hasil belajar santri kepada wali murid sekaligus motivasi agar anak-anak terus melanjutkan pendidikan Al-Qur’an ke jenjang lebih tinggi..
“Harapan kami, mereka menjadi anak saleh dan salehah yang bermanfaat bagi orang tua, agama, dan bangsa. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi santri, ustaz-ustazah, dan masyarakat sekitar Masjid Namirah,” ujarnya.
TPQ Namirah sendiri dikenal sebagai salah satu TPQ di Kecamatan Bengkong yang konsisten menerapkan metode Qira’ati. Metode ini merupakan cara belajar membaca dan menulis Al-Qur’an dengan prinsip tartil serta penekanan pada ilmu tajwid.
Di tengah perkembangan zaman dan tantangan digital yang semakin besar, TPQ Namirah mencoba menghadirkan ruang pendidikan islami yang menyenangkan bagi anak-anak.
Tidak heran jika jumlah santri terus bertambah dan kini mencapai lebih dari 150 orang.
Ketua Yayasan Namirah Bengkong Sadai, Wawan Purnawan, SE, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh dewan guru, pengurus yayasan, pengurus DKM, wali santri, hingga masyarakat sekitar yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan para santri tidak terlepas dari kesabaran dan ketelatenan para asatidz dan asatidzah dalam membimbing anak-anak belajar Al-Qur’an sejak usia dini.
“Kami berharap TPQ Namirah terus istiqomah mencetak generasi muda Islami dan Qurani yang berakidah Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Koordinator Cabang Qira’ati Batam menilai pendidikan Al-Qur’an usia dini sangat efektif dalam membentuk generasi penghafal Al-Qur’an.
Ia bahkan menyebut anak-anak yang mulai mengaji sejak usia tiga tahun berpeluang menyelesaikan hafalan 30 juz di usia sembilan tahun apabila mendapat pendampingan yang konsisten.
Apresiasi juga diberikan kepada TPQ Namirah yang dinilai berhasil menghadirkan semangat baru dalam pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat Bengkong.
Di balik kesederhanaan acara tersebut, tersimpan pesan besar tentang pentingnya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini.
Dari Masjid Namirah Cahaya Garden, langkah kecil para bocah itu menjadi harapan lahirnya generasi Qurani masa depan. (bs)


