BINTAN

Visi-Misi Roslina, Calon Kades Gunung Kijang Sangat Pro Masyarakat

Niat Roslina, SE salah satu Calon Kepala Desa Gunung Kijang, Bintan. f-ist

BINTAN – Niat Roslina, SE maju sebagai Calon Kepala Desa Gunung Kijang benar-benar tulus dan baik. Semua yang akan ia perjuangkan ke depan demi masyarakat.

Sangat jelas terlihat dari rancangannya. Semua visi dan misinya pro rakyat. Ia akan membawa perubahan yang lebih baik untuk masyarakat Gunung Kijang.

Mari dalami visi-misi Roslina yang ia paparkan, Kamis (5/11/2026) saat rangkaian tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Bintan, khususnya Kecamatan Gunung Kijang.

Dalam penyampaiannya, Roslina mengusung visi “Mewujudkan Desa Gunung Kijang yang Maju, Mandiri, Rukun, dan Sejahtera Berbasis Potensi Pesisir dan Kearifan Lokal.”

Visi tersebut, menurut Roslina, menjadi landasan untuk membangun desa dengan mengoptimalkan potensi lokal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong kesejahteraan masyarakat secara merata.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Roslina memaparkan lima misi utama yang mencakup berbagai sektor kebutuhan masyarakat.

  1. Pemerintahan yang Melayani

Jika dirinya diberi amanah, maka Roslina berkomitmen mendorong pelayanan administrasi desa yang cepat, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

Selain itu, keterbukaan pengelolaan anggaran desa menjadi salah satu perhatian serius di masa pemerintahannya. Sehingga masyarakat dapat mengetahui penggunaan anggaran secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada warga.

  1. Pembangunan Infrastruktur yang Merata

Dalam bidang pembangunan, Roslina menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur hingga ke seluruh wilayah desa. Pembangunan yang berkeadilan.

Program yang disampaikan meliputi perbaikan jalan desa yang masih berupa jalan tanah, pembangunan penerangan jalan, serta pembenahan drainase antar-dusun dan antar-RT.

Menurutnya, infrastruktur yang memadai dapat memperlancar akses masyarakat, terutama untuk kebutuhan pendidikan, aktivitas ekonomi, dan mobilitas sehari-hari.

  1. Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan

Pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi salah satu fokus dalam program yang ditawarkan Roslina.

Ia menyampaikan rencana pemberdayaan nelayan, petani, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

Selain itu, program pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda dan kaum ibu serta perluasan pemasaran produk lokal juga menjadi bagian dari gagasannya.

Upaya tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, dan memperluas akses pasar bagi masyarakat.

  1. Pendidikan dan Kesehatan untuk Semua

Di bidang pendidikan dan kesehatan, Roslina menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali kegiatan Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Selain itu, upaya pencegahan kebakaran lahan akan diperkuat dengan menggandeng masyarakat dan elemen lainnya.

Kegiatan gotong-royong akan terus digalakan dan rasa kepedulian bersama juga menjadi bagian dari program yang dipaparkan.

  1. Desa Rukun, Aman, dan Berbudaya

Roslina turut menempatkan kerukunan dan keharmonisan masyarakat sebagai bagian penting dalam pembangunan desa.

Ia menyampaikan komitmen untuk menjaga toleransi antarumat beragama, termasuk masyarakat Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha yang selama ini hidup berdampingan di Desa Gunung Kijang.

Pengaktifan Karang Taruna serta peningkatan kegiatan gotong-royong juga menjadi bagian dari upaya membangun kebersamaan dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat.

Suasana deklarasi damai calon kepala desa di Desa Gunung Kijang, Bintan. f-ist

Kegiatan penyampaian visi dan misi tersebut ditutup dengan deklarasi damai yang diikuti seluruh calon Kepala Desa Gunung Kijang.

Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk menjaga pelaksanaan Pilkades Tahun 2026 agar berlangsung aman, tertib, jujur, dan damai.

Berdasarkan penetapan calon, terdapat tiga kontestan yang akan mengikuti Pilkades Desa Gunung Kijang Tahun 2026, yakni:

Nomor urut 01: Asmilizar, S.Sos.
Nomor urut 02: Suparno.
Nomor urut 03: Roslina, SE.

Adapun pemungutan suara Pilkades Serentak dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026.

Melalui pemaparan visi dan misi tersebut, Roslina menyampaikan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup tata kelola pemerintahan, infrastruktur, ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, hingga kerukunan sosial.

Seluruh program yang ditawarkan menjadi bahan bagi masyarakat untuk mengenal dan mencermati arah pembangunan yang disampaikan masing-masing calon sebelum menentukan pilihan dalam pemungutan suara mendatang.

Selain Roslina, dua Calon Kades lainnya memiliki visi misi yang sudah disampaikan ke masyarakat. Kini, tinggal masyarakat yang akan memilih siapa yang lebih tepat sebagai pemimpin desa itu.

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bintan Tahun 2026 akan dilaksanakan pada 11 November 2026. Tahapan Pencalonan: 3 Agustus – 10 November 2026.

Deklarasi Damai sebelumnya sudah digelar pada 30 Oktober 2026 di Aula Bandar Seri Bentan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan.

Waktu itu, Roby mengatakan, Pilkades serentak ini diikuti oleh 13 desa definitif dan 1 desa Pemilihan Antar Waktu (PAW) yang tersebar di 7 kecamatan di Kabupaten Bintan.

Kecamatan tersebut meliputi Teluk Bintan, Gunung Kijang, Toapaya, Seri Kuala Lobam, Teluk Sebong (termasuk Desa Pengudang untuk jalur PAW), Bintan Pesisir, dan Tambelan.

Adapun Daftar Pemilih Sementara (DPS) di Pilkades Serentak 2026 tercatat sekitar 29.599 pemilih. Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 63 TPS.

MC Bintan – Bupati Bintan, Roby Kurniawan, secara resmi membuka kegiatan Deklarasi Damai dan Pembacaan Pakta Integritas dalam rangka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bintan Tahun 2026. Momentum ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pesta demokrasi tingkat desa yang aman, kondusif, dan bermartabat.

Pelaksanaan Pilkades Serentak pertama kali di Kabupaten Bintan akan diikuti 13 Desa dan 1 Desa untuk Pemilihan Antar Waktu (PAW), seluruhnya berada di 7 Kecamatan. Proses tersebut dilaksanaka secara serentak pada pada 11 November mendatang.

Bupati Roby menegaskan bahwa Pilkades merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di tingkat desa secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).

Ia meminta seluruh calon kepala desa serta panitia penyelenggara untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas serta menghindari segala bentuk kecurangan.***

Editor : Martunas

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *