Yuk, Kenalkan Kelebihan Tanjungpinang Lewat Foto-Foto yang Menceritakan Ribuan Makna

TANJUNGPINANG – Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, S.Hut., M.M., secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Fotografer yang dilaksanakan di Hotel BP Tanjungpinang, Selasa (3/11/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Zulhidayat menegaskan bahwa fotografi memiliki peran strategis dalam mendukung publikasi dan dokumentasi kinerja pemerintah. Diera digital saat ini, kebutuhan akan foto yang informatif, estetik, dan berstandar profesional menjadi sangat penting.
“Foto bukan sekadar dokumentasi, tapi adalah pesan visual. Satu foto yang baik bisa bercerita ribuan makna dan membangun citra positif pemerintah. Oleh karena itu, fotografer pemerintah harus memiliki kompetensi dan bersertifikat,” ujar Zulhidayat.
Sekda berharap seluruh peserta bisa mengikuti pelatihan dan sertifikasi fotografer dengan serius, agar mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk orang banyak. Kegiatan ini di anggap sangat penting laksanakan karena banyak bermanfaat untuk masyarakat dan promosi daerah.
“Maka lensa-lensa ini dapat dioptimalkan untuk mengangkat potensi Tanjungpinang dan membantu pemerintah untuk mempromosikan pariwisata, kuliner serta hal hal positif dari hasil bidikan camera seluruh peserta. Ceritakan hal hal baik tentang Tanjungpinang melalui foto dengan menyampaikan pesan melalui foto dan dipublikasikan ke media sosial,” harap Zulhidayat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Muhammad Nazri, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan akan berlangsung selama 3 hari, dari tanggal 3 hingga 5 November 2026, dengan menghadirkan narasumber profesional.
“Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang fotografer yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko Tanjungpinang dan Provinsi Kepri, Instansi Vertikal, serta unsur TNI dan Polri. Kita ingin semua fotografer OPD, termasuk TNI-Polri dan instansi vertikal di Tanjungpinang memiliki SDM fotografer yang handal dan tersertifikasi oleh Sertifikasi APFI (Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia),” ujar Nazri.
30 Peserta akan mendapatkan materi teori fotografi jurnalistik, teknik pengambilan gambar, pencahayaan, editing, etika fotografi, hingga uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat resmi. (*/Abas)
Editor : Sutana


