BUDAYA

Situmeang Garua Nalomlom Menyebar di Silangkitang Sekitarnya

Desain tugu Jamita Mangaraja Situmeang yang pernah dibuat namun belum dibangun hingga saat ini. f-ist

JAMITA Mangaraja Situmeang memiliki 4 anak yaitu, Op.Raja Lalo, Op Binanga Julu, Op.Raja Naunang dan Op.Juara Tua.

Sedangkan Situmeang Binanga Julu memiliki 5 anak yaitu Op.Datu Sobaloson Situmeang, Op.Pondang Mangaraja Situmeang, Op.Baligaraja Situmeang, Op.Raja Niontang Situmeang dan Op.Garua Nalomlom Situmeang.

Op.Garua Nalomlom merupakan anak bungsu (paling kecil) atau anak Siampudan dari Binanga Julu. Keturunannya banyak menyebar di daerah Silangkitang, Kecamatan Sipoholon.

Sekedar informasi, di Kabupaten Taput, ada dua daerah yang bernama Silangkitang. Salah satunya di Pahae. Yang jelas, di daerah ini banyak marga Sitompul.

Keturunan (Pomparan) Situmeang Garua Nalomlom Marhuta (tinggal) di Tapian Nauli, Sibadak 2, Pancur Tandiang, Hutaan, Toruanan, dan Sirongit. Semua daerah ini masih di Kelurahan SItumeang Habinsaran, Kecamatan Sipoholon.

Di tempat ini, masih sempat hidup Situmeang generasi No.11 sekitar 40-an tahun lalu. Sedangkan Situmeang No.10 generasi Garua Nalomlom juga masih ada disana meski dalam bukti makam.

Situmeang di enam tempat tersebut, masih tergolong abang adik. Karena itulah, lingkaran mereka lah yang selalu bersama-sama hadir saat Ulaon Adat baik Mangadati maupun Sari dan Saur Matua.

Di Toruanan, setidaknya masih ada 10 rumah Situmeang. Namun, anak-anak mereka sudah banyak merantau. Di Hutaan, setidaknya ada 10 rumah juga. Namun, anak-anak mereka banyak juga yang merantau.

Di Sibadak 2 sekitar belasan rumah di luar anak-anak mereka yang merantau. Di Pancur Tandiang, ada 8 rumah Situmeang dan anak-anak mereka banyak juga yang merantau. Demikian juga di Tapian Nauli dan Sirongit.

Yang masih satu daratan adalah Toruanan, Hutaan dan Pancur Tandiang termasuk Sibadak 2. Sedangkan Tapian Nauli terpisah sungai. Sirongit jaraknya sekitar 5-6 Km dari Silangkitang.

Nah, Silangkitang itu merupakan salah satu Huta (pemukiman) warga yang letaknya di Desa Sipahutar. Desa ini berbatasan dengan Kelurahan Situmeang Habinsaran di Huta Toruanan.

Sebenarnya, nama Silangkitang ini yang lebih terkenal. Sehingga, semua perkampungan Situmeang di atas juga sering disebut Silangkitang.

Namun lebih spesifik, di tulisan ini saya sebutkan semua nama-nama permukiman Situmeang tersebut agar memudahkan kita dan menambah pengetahuan pembaca.

Meski perkampungan Situmeang Garua Nalomlom saya sebutkan di enam tempat itu, bukan berarti hanya mereka saja pomparannya. Di daerah lain pasti masih banyak dan menyebar.

Daerah tersebut di atas murni kebanyakan Situmeang Garuda Nalomlom meski sebagian pomparannya ada di Medan, Jakarta, Sulawesi, Batam, Kalimantan, Bintan, Tanjungpinang, Simalungun, Sibolga dan lainnya.

Makam Situmeang Binanga Julu, Garua Nalomlom No.9, No.8 disebutkan ada di daerah Simanungkalit.

Catatan :

Untuk memudahkan pembaca, tulisan sengaja saya buat Situmeang Garua Nalomlom. Sebenarnya, Situmeang Binanga Julu, Garua Nalomlom. Tapi karena panjang, saya persingkat saja.

Tentu saja, Tarombo ini akan dibahas jika sesama marga Situmeang Binanga Julu yang bertemu. Agar Partuturon, Panjouon, Panggoraion (panggilan) jelas, maka harus saling bertanya Binanga Julu yang mana.

Oleh : Martunas Situmeang

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *