NASIONAL

2.242 Kafilah Ikuti MTQ Nasional 2026 di Semarang

Suasana technical meeting penetapan peserta MTQ Nasional oleh Kemenag dan unsur lainnya. f-ist

TANJUNGPINANG – Seluruh pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) provinsi di Indonesia sedang mempersiapkan kafilah daerah masing-masing untuk mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun 2026 ke-31 di Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini akan berlangsung 10 hari mulai 11-20 September. Jumlah peserta yang akan mengikuti sekitar 2.242 orang terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan. Dari Provinsi Kepri sendiri, akan diikuti 56 kafilah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad Kementerian Agama mengatakan, ada delapan cabang musabaqah yang dilombakan, yaitu:

  1. Seni Baca Al-Qur’an (329 peserta)
  2. Qira’at Al-Qur’an (184 peserta)
  3. Hafalan Al-Qur’an (331 peserta)
  4. Tafsir Al-Qur’an (130 peserta)
  5. Fahmil Qur’an (196 peserta)
  6. Syarhil Qur’an (202 peserta)
  7. Seni Kaligrafi Al-Qur’an (315 peserta)
  8. Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an atau KTIQ (64 peserta).

Dijelaskan Abu Rokhmad, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pengembangan talenta keagamaan yang berpotensi mendukung diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

“Dalam beberapa bulan terakhir kami kerap diajak berkoordinasi membahas manajemen talenta atau talent scouting terkait prestasi keagamaan. Bimas Islam menjadi salah satu pihak yang diajak berkoordinasi terkait hal tersebut,” ujar Abu Rokhmad sebagaimana dikutip dari situs resmi kementerian ini, Selasa (8/9/2026).

Menurut Abu Rokhmad, MTQ yang dilaksanakan secara berjenjang selama bertahun-tahun menghasilkan talenta di berbagai bidang keagamaan. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar menjadi modal kapital sosial Indonesia, terutama dalam diplomasi keagamaan.

“Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan,” katanya.

“Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia,” lanjutnya.

Abu Rokhmad berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus melakukan inovasi dan pengembangan agar prestasi yang lahir dari MTQ semakin dikenal di tingkat internasional.

Verifikasi Peserta

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan, proses pendaftaran dan verifikasi peserta dilakukan secara bertahap melalui sistem e-MTQ. Pendaftaran berlangsung pada 10–31 Juli 2026 dan diikuti seluruh kafilah provinsi.

Verifikasi mencakup seluruh persyaratan administratif sesuai petunjuk teknis. Data kependudukan peserta juga dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Menurut Muchlis, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan validitas data sekaligus mencegah pelanggaran terkait identitas dan domisili peserta.

Ia mengatakan keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan atau kelancaran perlombaan. MTQ juga diharapkan mampu memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan,” tuturnya.

Atas nama Panitia Pusat, Muchlis menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah, seluruh LPTQ provinsi, panitia pusat dan daerah, serta pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku tuan rumah, seluruh LPTQ Provinsi, seluruh Panitia Pusat dan Daerah, serta semua pihak yang telah bekerja sama dalam mempersiapkan MTQ Nasional ke-31 Tahun 2026 ini,” pungkasnya.

Lokasi utama pembukaan dan penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang dipusatkan di Lapangan Pancasila Simpang Lima.

Selain Lapangan Simpang Lima sebagai venue utama, panitia juga menyiapkan total 12 arena atau venue yang tersebar di berbagai titik di Kota Semarang. (*/Martunas)

Editor : Abas

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *