Edukasi Bahan Tambahan Pangan, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH Gelar PkM di SMA Negeri 1 Karimun

KARIMUN – Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam skema Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan.
Kegiatan bertajuk “Dapur Kimia Pesisir – Edukasi Bahan Tambahan Pangan pada Produk Jajanan Kekinian di Sekolah Kawasan Pesisir Karimun” tersebut digelar di SMA Negeri 1 Karimun.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi keamanan pangan di lingkungan sekolah, khususnya pemahaman siswa dan guru mengenai penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) pada berbagai produk jajanan yang banyak dikonsumsi kalangan remaja..
Kegiatan dipimpin Nina Adriani, B.Sc. (Hons)., M.Sc., Ph.D., bersama tim dosen yang terdiri dari Steva Dara Putri, S.Pd., M.Pd., Anggra Prasetya Cahya, S.Pd., M.Pd., Wisnu Prammana Surya, S.Pd., M.Pd., dan Dwi Rahmaisyah, M.Biomed.
Melalui kolaborasi lintas bidang keilmuan, tim PkM mengemas materi secara interaktif dan kontekstual agar mudah dipahami peserta didik maupun guru.
Konsep-konsep kimia tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi dikaitkan langsung dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam memilih dan mengonsumsi makanan.
Materi yang diberikan mencakup pengenalan berbagai jenis bahan tambahan pangan, fungsi serta batas penggunaannya, hingga cara mengenali bahan tambahan pangan yang aman.
Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai risiko kesehatan akibat penyalahgunaan bahan berbahaya, seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan pewarna tekstil yang dikenal sebagai Methylene Yellow pada produk makanan..
Tidak hanya mendengarkan pemaparan, siswa juga diajak berdiskusi mengenai cara menjadi konsumen cerdas.
Mereka diberikan pemahaman untuk lebih teliti memperhatikan label pangan, komposisi bahan, serta izin edar sebelum membeli atau mengonsumsi produk jajanan.
Ketua kegiatan, Nina Adriani, menilai edukasi keamanan pangan sejak usia sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan konsumsi yang sehat.
“Melalui program Dapur Kimia Pesisir, kami ingin menumbuhkan kesadaran siswa bahwa memahami kandungan bahan tambahan pangan bukan hanya bagian dari pembelajaran kimia, tetapi juga merupakan bekal penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga,” ujarnya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari..
“Kami berharap siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun di rumah dalam memilih jajanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan seputar keamanan jajanan yang sering mereka konsumsi serta cara membedakan produk yang aman dari makanan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Melalui program Dapur Kimia Pesisir, Prodi Pendidikan Kimia FKIP UMRAH menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis sains dan kebutuhan nyata masyarakat kepulauan.
Edukasi tersebut diharapkan turut mendorong tumbuhnya budaya sadar keamanan pangan di lingkungan sekolah, sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan untuk menjadi konsumen yang lebih kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. (bs/*)


