Tak Hanya Piawai Mengolah Berita, Wartawan PWI Kepri Tembus Semifinal Voli

BATAM – Tak hanya piawai merangkai kata dan mengolah berita agar enak dibaca, para wartawan senior yang tergabung dalam tim voli Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ternyata juga mampu menunjukkan kemampuan di lapangan.
Bahkan, permainan para jurnalis ini tak kalah menarik dengan aksi para pemain voli profesional. Dalam semangat kemerdekaan, adu strategi, kekompakan, dan stamina menjadi tontonan menarik dalam Turnamen Voli Kabid Propam Polda Kepri yang digelar di Kampung Tua Kampung Tengah, Batam, Sabtu (22/8/2026).
Tim voli PWI Kepri dan tim voli Bid Propam Polda Kepri sama-sama memastikan tiket ke babak semifinal setelah menundukkan lawan masing-masing.
Bid Propam Polda Kepri lebih dulu memastikan kemenangan setelah menumbangkan Tim Voli RT 06 dengan skor 2-0.
Pertandingan berlangsung sengit sejak set pertama. Kedua tim saling kejar poin sehingga selisih angka tidak terlalu jauh.
Memasuki set kedua, pertandingan semakin menarik. Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, SIK, MH, turun langsung memperkuat timnya.
Kehadiran Eddwi di lapangan seolah menjadi suntikan energi baru. Permainan Bid Propam Polda Kepri semakin hidup. Serangan lebih terarah, sementara koordinasi antarpemain semakin solid.
Namun, RT 06 bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Kejar-kejaran poin terjadi hingga penghujung set kedua. Bahkan, pertandingan harus melewati deuce sebelum akhirnya Bid Propam Polda Kepri mengunci kemenangan tipis 26-24.
Skor akhir 2-0 memastikan Bid Propam Polda Kepri melaju ke semifinal.
PWI Kepri Tak Mau Kalah
Di pertandingan lainnya, Tim Voli PWI Kepri juga harus melewati laga panjang dan melelahkan saat menghadapi RT 03.
PWI Kepri mengawali pertandingan dengan meyakinkan.
Set pertama berhasil diamankan berkat permainan kolektif dan pengaturan serangan yang apik dari toser PWI Kepri, Parna Edison.
Namun, memasuki set kedua, kondisi fisik mulai menjadi tantangan. Stamina Parna menurun sehingga permainan PWI Kepri ikut terdampak..l
Situasi semakin berat karena PWI Kepri tidak memiliki pemain cadangan. Tim hanya diperkuat pemain yang turun sejak awal, dengan Anwar Saleh berada di sisi lapangan sebagai manajer.
Meski kondisi fisik mulai terkuras dan napas tersengal, para pemain PWI Kepri tetap berusaha memberikan perlawanan. Pertandingan bahkan kembali berlangsung ketat hingga terjadi deuce.
RT 03 akhirnya mampu mengambil set kedua dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki set penentuan, semangat para wartawan senior ini kembali bangkit. PWI Kepri memperbaiki koordinasi permainan dan berusaha memanfaatkan setiap peluang.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. PWI Kepri berhasil mengamankan set ketiga sekaligus menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.
Bagi Parna Edison, lolosnya PWI Kepri ke semifinal menjadi pengalaman tersendiri. Selain menjaga kekompakan, pertandingan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara insan pers, kepolisian dan masyarakat.
“Dengan maju semifinal, kami berharap bisa bertemu di final dengan Tim Voli Bid Propam Polda Kepri,” ujar Parna.
Polisi dan Wartawan Berbaur di Lapangan
Harapan Parna untuk bertemu Bid Propam Polda Kepri di partai final pun mendapat respons dari Kombes Pol Eddwi Kurniyanto.
Dengan nada bercanda, Eddwi menyebut tim yang diturunkan Bid Propam Polda Kepri pada pertandingan tersebut belum merupakan kekuatan terbaik.
“Yang turun main hari ini tim B, belum tim A yang sesungguhnya,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun, Eddwi kemudian menegaskan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar soal menang dan kalah..
“Nggaklah, canda saja. Ini kan seru-seruan saja. Kita isi, nikmati, dan syukuri kemerdekaan Indonesia yang ke-81. Polisi milik masyarakat, berbaur dengan masyarakat,” ujar Eddwi.
Semangat itulah yang terasa di lapangan Kampung Tua Kampung Tengah. Bola voli menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan polisi, wartawan dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Di balik kerasnya smash dan ketatnya perebutan poin, turnamen tersebut menghadirkan pesan sederhana: olahraga bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, menjaga silaturahmi, dan merayakan kemerdekaan bersama masyarakat. (bs/*)


