Membangun Kepercayaan Lewat Keterbukaan, PWI Tanjungpinang Dorong RSUD Raja Ahmad Thabib Tingkatkan Informasi Layanan

TANJUNGPINANG – Di tengah tuntutan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, transparan, dan humanis, keterbukaan informasi menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib (RAT) Provinsi Kepulauan Riau pun menyadari pentingnya hal tersebut dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026, Jumat (31/7/2026), yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat untuk berdialog secara terbuka mengenai kualitas pelayanan kesehatan.
Forum itu bukan sekadar agenda rutin. Di dalamnya, hadir berbagai pandangan dan masukan dari pemerintah, legislatif, insan pers, hingga masyarakat yang memiliki harapan sama, yakni menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik bagi warga Kepulauan Riau.
Salah satu suara yang mendapat perhatian datang dari Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang, Suhardi.
Sebagai representasi insan pers, ia menilai pelayanan yang baik harus berjalan beriringan dengan penyampaian informasi yang mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, hingga kini masih banyak warga, khususnya peserta BPJS Kesehatan, yang belum memperoleh informasi secara utuh mengenai berbagai kemudahan maupun fasilitas yang sebenarnya telah disediakan rumah sakit.
Akibat minimnya informasi, tidak sedikit masyarakat yang akhirnya membentuk persepsi negatif terhadap pelayanan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.
Bagi Suhardi, keterbukaan informasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian penting dari pelayanan publik.
Masyarakat berhak mengetahui alur pelayanan, hak sebagai pasien, hingga inovasi yang dilakukan rumah sakit agar mereka merasa lebih tenang ketika membutuhkan layanan kesehatan.
Ia juga menilai, rencana pembangunan gedung poliklinik spesialis yang lebih modern harus dibarengi dengan strategi komunikasi publik yang lebih efektif.
Dengan demikian, pembangunan fisik rumah sakit dapat berjalan seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap layanan yang tersedia..
Forum tersebut juga menjadi momentum bagi manajemen RSUD Raja Ahmad Thabib untuk memaparkan arah pengembangan rumah sakit.
Sementara itu, Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib, dr. Bambang Utoyo, menjelaskan pembangunan gedung poliklinik baru akan dimulai pada September 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028.
Gedung baru itu nantinya akan memusatkan seluruh pelayanan dokter spesialis dalam satu kawasan yang lebih representatif. Konsep pelayanan dirancang lebih nyaman, efisien, serta mampu meningkatkan kualitas pengalaman pasien selama menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Harapan besar juga datang dari kalangan legislatif. Sekretaris Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Boby Jayanto, mengungkapkan bahwa dirinya masih menerima berbagai laporan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit.
Persoalan seperti penumpukan pasien hingga beberapa kendala pelayanan dinilai masih memerlukan perhatian serius agar kualitas layanan terus meningkat.
Di sisi lain, forum turut menghadirkan usulan bernuansa budaya. Salah seorang peserta, Nazaruddin, mengusulkan agar ruang-ruang pelayanan di RSUD RAT menggunakan nama tokoh-tokoh Melayu.
Gagasan tersebut dinilai dapat memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi penghormatan terhadap nama besar Raja Ahmad Thabib yang melekat pada rumah sakit kebanggaan masyarakat Kepulauan Riau itu.
Suasana diskusi berlangsung hangat. Setiap masukan diterima sebagai bagian dari evaluasi untuk menyempurnakan pelayanan rumah sakit.
Semangat kolaborasi tampak menjadi benang merah dalam forum tersebut, memperlihatkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh rumah sakit semata, melainkan membutuhkan dukungan semua pihak.
Bagi insan pers, keterbukaan informasi menjadi jembatan penting antara penyelenggara layanan dan masyarakat. Informasi yang akurat, cepat, dan mudah diakses akan membantu mengurangi kesalahpahaman, meningkatkan literasi kesehatan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan kesehatan.
Melalui Forum Konsultasi Publik 2026, RSUD Raja Ahmad Thabib menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah.
Di saat rumah sakit mempersiapkan pembangunan fasilitas baru, berbagai masukan dari masyarakat menjadi pengingat bahwa pelayanan terbaik bukan hanya tentang gedung yang megah atau peralatan yang modern, tetapi juga tentang komunikasi yang terbuka, pelayanan yang ramah, dan kehadiran informasi yang mampu menjangkau setiap lapisan masyarakat. (*/bs)


