TANJUNGPINANG

Hari Puisi Indonesia 2026 Digelar di Tanjungpinang, Puluhan Penyair Kepri Ramaikan Melayu Square

TANJUNGPINANG — Peringatan Hari Puisi Indonesia tahun 2026 berlangsung meriah di kawasan Melayu Square, Tanjungpinang.

Acara yang digagas oleh Perhimpunan Penulis Kepulauan Riau (Kepri) ini berhasil menghadirkan puluhan penyair, baik dari kalangan muda maupun senior yang telah lama malang melintang di dunia kesastraan Indonesia seperti Husnizar Hood dan Abdul Kadir Ibrahim. Hadir juga kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepri Dr Titik Wijanarti membaca puisi.

Kegiatan ini menjadi ajang berkumpulnya para pecinta sastra dari berbagai penjuru Kepulauan Riau. Para pembaca puisi yang tampil datang dari sejumlah daerah, di antaranya Batam, Lingga, Bintan, dan tuan rumah Tanjungpinang sendiri, menunjukkan bahwa semangat berpuisi di provinsi ini tidak hanya berpusat di satu kota, melainkan tumbuh merata di berbagai wilayah kepulauan.

Hiburan Alternatif bagi Pencinta Sastra

Bagi masyarakat yang mengikuti jalannya acara, peringatan Hari Puisi Indonesia ini menjadi sajian hiburan tersendiri di tengah gemuruh hiburan populer yang lebih dulu mendominasi ruang publik.

Melayu Square yang biasa ramai dengan aktivitas warga sore hingga malam hari, sejenak berubah menjadi panggung sastra terbuka, tempat kata-kata dilantunkan dengan penuh penghayatan.

Suasana yang dihadirkan pun terasa hangat dan akrab. Penyair senior dan penyair muda tampil bergantian, membacakan karya-karya mereka yang beragam tema mulai dari cinta, alam Melayu, kritik sosial, hingga renungan tentang identitas kebahasaan dan kebudayaan.

Wadah Silaturahmi Lintas Generasi

Kehadiran penyair senior yang sudah dikenal luas di kancah kesastraan nasional turut memberikan warna tersendiri.

Kolaborasi antara generasi lama dan generasi baru dalam satu panggung menjadi bukti bahwa regenerasi sastra di Kepri berjalan berkesinambungan, sekaligus menjadi ruang belajar langsung bagi para penyair muda yang ingin mengembangkan kemampuan bersastra mereka.

Penyair penyair seperti Mastur Taher, Yoan Nugraha, Zainal Takdir, Roy, Robby Patria, Priyo Handoko, Faizal Adam, Ayu, Indra, Celsea, Dian, dan lain tampil secara bergantian sehingga suasana menjadi menarik.

Ketua Perhimpunan Penulis Kepri, Husnizar Hood menyatakan pihaknya sebagai penyelenggara, menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan denyut kesusastraan di wilayah kepulauan ini walaupun dengan apa adanya.

Peringatan Hari Puisi Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga sarana merawat tradisi lisan dan tulisan yang menjadi bagian dari identitas budaya Melayu.

Momentum Merawat Bahasa dan Sastra

Acara semacam ini dinilai penting sebagai momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya bahasa dan sastra sebagai warisan yang harus terus dijaga.

Robby Patria, Sekretaris Perhimpunan Penulis Kepri dan juga Ketua SatuPena Kepri menambahkan, kegiatan baca puisi di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya populer, kegiatan seperti membaca puisi menjadi cara sederhana namun bermakna untuk mendekatkan sastra kepada masyarakat luas.

“Kita upayakan terus ada acara baca puisi. Dan teman teman sastrawan mendukung,” ujarnya.

Dengan antusiasme yang ditunjukkan para peserta dan penonton, peringatan Hari Puisi Indonesia 2026 di Tanjungpinang ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang terus berkembang, sekaligus memperkuat posisi Kepulauan Riau sebagai salah satu simpul penting kesusastraan di Indonesia. (*/bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *