NASIONAL

UMKM Naik Kelas, Kepri Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi Antarprovinsi

UMKM Naik Kelas, Kepri Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi Antarprovinsi.f-ist

BATAM – Di tengah derasnya persaingan ekonomi global, kekuatan sebuah daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh investasi besar atau pembangunan infrastruktur.

Ada sektor yang terbukti mampu bertahan dalam berbagai krisis, menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sekaligus menjadi penopang ekonomi masyarakat, yakni Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kesadaran itulah yang dibawa Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 di Hotel Marumatta Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Mengusung tema “Pemberdayaan UMKM dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Daerah”, forum yang dihadiri lebih dari 24 gubernur dan wakil gubernur se-Indonesia itu menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Mewakili Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura menegaskan bahwa penguatan UMKM bukan sekadar program ekonomi, tetapi strategi membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi Kepri, keberadaan UMKM memiliki arti yang sangat strategis. Ribuan pelaku usaha tersebar di berbagai kabupaten dan kota, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, perikanan, fesyen, hingga ekonomi kreatif. Mereka menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penyerap tenaga kerja yang memberikan penghasilan bagi banyak keluarga.

“UMKM adalah kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui forum APPSI ini kita berharap lahir berbagai kebijakan dan kolaborasi yang mampu mendorong UMKM di seluruh Indonesia, termasuk di Kepulauan Riau, agar semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Nyanyang.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah pembangunan ekonomi Kepri yang tidak hanya bertumpu pada kawasan industri dan investasi asing, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal agar tumbuh bersama.

Sebagai provinsi yang berada di jalur perdagangan internasional dan berbatasan langsung dengan Singapura serta Malaysia, Kepulauan Riau memiliki peluang besar untuk menjadikan UMKM sebagai pemain dalam rantai pasok regional bahkan global.

Namun peluang itu hanya dapat diwujudkan apabila produk-produk lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing, didukung kemasan yang menarik, pemasaran digital yang kuat, serta akses pembiayaan yang memadai.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri terus mendorong berbagai kemudahan bagi pelaku UMKM, mulai dari penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan akses permodalan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

Transformasi digital menjadi salah satu fokus utama. Di era perdagangan elektronik, batas wilayah bukan lagi penghalang. Produk lokal dari Natuna, Anambas, Lingga, Bintan, Batam, Karimun maupun Tanjungpinang kini memiliki peluang yang sama untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah bahkan luar negeri.

Melalui digitalisasi, pelaku UMKM diharapkan tidak lagi bergantung pada pasar konvensional, tetapi mampu memperluas jaringan pemasaran melalui berbagai platform digital.

Nyanyang juga berharap hasil Raker APPSI tidak berhenti sebagai dokumen rekomendasi semata. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan program nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha.

Kolaborasi antarpemerintah provinsi dinilai menjadi kunci penting. Setiap daerah memiliki keunggulan dan pengalaman berbeda dalam membina UMKM. Melalui APPSI, praktik-praktik terbaik dapat saling dipelajari dan diterapkan sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Selain forum diskusi, Raker APPSI 2026 juga menghadirkan pameran produk unggulan UMKM dari berbagai provinsi. Kegiatan ini menjadi etalase kreativitas daerah sekaligus membuka peluang kerja sama pemasaran antardaerah.

Berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari peningkatan kualitas produk, transformasi digital, akses pembiayaan, perluasan pasar, hingga penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan.

Bagi Kepulauan Riau, langkah ini sejalan dengan visi membangun ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. Ketika UMKM semakin kuat, bukan hanya pelaku usaha yang merasakan manfaatnya, tetapi juga masyarakat luas melalui terbukanya lapangan kerja, meningkatnya pendapatan, dan tumbuhnya ekonomi daerah.

Di tengah pesatnya investasi dan perkembangan kawasan industri, Kepri ingin memastikan bahwa pelaku usaha kecil tidak tertinggal. Justru sebaliknya, mereka harus menjadi bagian penting dari pertumbuhan tersebut.

Sebab pada akhirnya, ekonomi yang kokoh bukan hanya dibangun oleh perusahaan-perusahaan besar, melainkan juga oleh jutaan pelaku UMKM yang terus berkarya, berinovasi, dan menjadi denyut kehidupan ekonomi masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin erat antardaerah, Kepri optimistis UMKM akan semakin naik kelas, menembus pasar internasional, dan menjadi salah satu kekuatan utama pembangunan ekonomi daerah maupun nasional. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *