OPINI

Gol Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala Dunia 2026


Oleh: Buralimar, Pengamat  Sepak Bola Kepri

Mikel Merino tampil sebagai pahlawan kemenangan Spanyol. Gol semata wayang gelandang yang masuk dari bangku cadangan itu memastikan La Roja menundukkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Dallas Stadium, sekaligus mengamankan tiket ke perempat final.

Laga bertajuk Derby Iberia itu berlangsung ketat sejak peluit awal dibunyikan.

Spanyol langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan penguasaan bola dan pergerakan cepat dari kedua sisi lapangan.

Sementara Portugal memilih bermain lebih sabar, mengandalkan serangan balik dan umpan-umpan silang untuk mengancam pertahanan lawan.

Meski tampil lebih dominan, Spanyol kesulitan membongkar rapatnya lini belakang Portugal.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta penampilan gemilang penjaga gawang Portugal membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin tinggi. Kedua tim saling melancarkan serangan dan beberapa peluang emas tercipta.

Namun, hingga waktu normal berakhir, belum ada gol yang memecah kebuntuan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Keputusan pelatih Spanyol memasukkan Mikel Merino pada menit ke-85 menggantikan Dani Olmo menjadi titik balik pertandingan. Saat laga memasuki menit ke-90+1 perpanjangan waktu, Merino memanfaatkan kemelut di depan gawang Portugal.

Tendangan kerasnya meluncur deras dan tak mampu dihentikan kiper Portugal.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan. Hingga peluit panjang berbunyi, Portugal gagal menyamakan kedudukan dan harus mengakhiri langkah mereka di babak 16 besar.

Secara statistik, Spanyol memang tampil lebih meyakinkan. La Roja menguasai 56 persen penguasaan bola, berbanding 44 persen milik Portugal. Akurasi umpan mereka juga mencapai 91 persen, menunjukkan kontrol permainan yang sangat baik.

Dalam urusan menciptakan peluang, Spanyol jauh lebih agresif dengan melepaskan 15 tembakan, sedangkan Portugal hanya mampu mencatatkan tiga percobaan sepanjang pertandingan.

Keunggulan itu tak lepas dari keberanian pelatih Spanyol menerapkan tekanan tinggi (high pressing) dan sirkulasi bola cepat untuk membongkar pertahanan lawan. Fleksibilitas formasi 4-3-3 yang berubah menjadi 3-2-5 saat menyerang membuat La Roja kerap unggul jumlah pemain di area pertahanan Portugal.

Pergantian pemain juga menjadi kunci keberhasilan Spanyol. Masuknya Merino sebagai supersub terbukti menjadi keputusan jitu. Hanya beberapa menit berada di lapangan, gelandang Real Sociedad itu langsung mencetak gol yang mengantar negaranya melangkah ke babak perempat final.

Kemenangan ini mempertegas status Spanyol sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Selain menunjukkan dominasi permainan, La Roja juga membuktikan memiliki kedalaman skuad yang mampu menjadi pembeda di laga-laga besar. Kini, langkah mereka menuju tangga juara tinggal menyisakan tiga pertandingan lagi. (*)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *