Situmeang Generasi No.3 Hanya 16 Orang, Ini Nama-namanya

SITUMEANG No.1 sudah pasti hanya satu orang saja yaitu Jamita Mangaraja. Nama inilah yang kemudian menjadi Situmeang serta menjadi marga yang dipakai keturunannya (pomparannya) hingga saat ini.
Keturunan Situmeang hingga tahun 2024 ini diperkirakan sudah No.19. Atau tidak mungkin sudah ada yang sampai hingga No.20. Mungkin.
Dalam tulisan ini, saya akan tuliskan siapa saja nama-nama Situmeang No.1, No.2 dan No.3. Yaitu 3 (tiga generasi).
No.1 (Situmeang Jamita Mangaraja)
No.2 :
- Op.Raja Lalo Situmeang
- Op.Binanga Julu Situmeang
- Op.Raja Naunang Situmeang
- Op.Juara Tua Situmeang
Dengan demikian, marga Situmeang generasi kedua hanya 4 (empat) orang saja. Apakah jumlah ini berkemungkinan masih bertambah? Tidak.
Karena mereka hidup ratusan tahun silam dan keturunannya lah yang akan terus bertambah dengan membawa/mengingat nama ompungnya masing-masing agar mengetahui silsilah atau tarombonya.
Lalu, berapakah jumlah Situmeang No.3? Jumlahnya ada 16 orang. Agar mudah diingat, polanya 5-5-2-4.
Dari anak pertama 5 orang, dari anak kedua 5 orang, dari anak ketiga 2 orang, dari anak keempat 4 orang. Pola ini untuk memudahkan kita saja mengingatnya.
Berikut nama-nama Situmeang No.1
A. Op.Raja Lalo Situmeang (No.2) memiliki anak 5 orang yakni :
- Parsanti Situmeang (No.3)
- Sorimunggu Situmeang (No.3)
- Palaonggang Situmeang (No.3)
- Marbulusan Situmeang (No.3)
- Manalaksak Situmeang (No.3)
B. Op.Binanga Julu Situmeang (No.2) memiliki 5 anak yakni :
- Datu Sobaloson Situmeang (No.3)
- Ompu Pondang Mangaraja Situmeang (No.3)
- Ompu Baligaraja Situmeang (No.3)
- Raja Niontang Situmeang (No.3)
- Garua Nalomlom Situmeang (No.3)
C. Op.Raja Naunang Situmeang (No.2) memiliki 2 anak yakni :
- Panggoppas Situmeang (No.3)
- Ompu Raja Isaba Situmeang (No.3)
D. Op.Juara Tua Situmeang (No.2) memiliki 4 anak yakni :
- Parhusor Situmeang (No.3)
- Raja Itoba Situmeang (No.3)
- Raja Raoar Situmeang (No.3)
- Panandean Situmeang (No.3)
Itulah 16 orang Situmeang generasi ketiga atau No.3. Jadi, apabila sesama marga Situmeang bertemu di satu tempat, mereka tentu akan martarombo.
Pertama mereka akan memberitahukan Situmeang apa dari empat anaknya Jamita Mangaraja. Jika berasal dari keturunan yang sama, selanjutnya akan martarombo yang nomor berapa? Barulah masuk ke No.3. Dari situlah ketahuan siapa si abangan, siapa si adekan.
Contoh :
Jika bertemu sesama Situmeang Binanga Julu, maka mereka akan saling memberitahukan Binanga Julu yang mana. Jika yang satu Datu Sobaloson, tentu dialah si abangan.
Setelah itu mereka akan masuk ke nomor. Apabila nomornya sama, maka yang si abangan tetaplah dipanggil abang. Namun apabil si abangan tadi nomornya satu tingkat di atas, maka wajib dipanggil Bapatua.
Jika nomornya satu tingkat di bawah, maka wajib dipanggil Amang, bisa panggil nama jika masih lajang, bisa panggil nama panggoarannya. Jika nomornya satu tingkat di bawah, maka dia level anak.
Sebab, yang satu level dengannya adalah bapaknya. Dan dia wajib panggil Bapauda atau Amanguda).
Sebenarnya, masih banyak pertanyaan tentang tulisan ini.
Jika dalam tulisan sebelumnya sudah saya sebutkan bahwa makan Jamita Mangaraja situmeang ada di bukit atau di Dolok Imun, Desa Hutaraja Kecamatan Sipoholon, maka makam 4 orang Situmeang No.2 belum diketahui pasti dimana.
Apalagi 16 orang Situmeang No.3 ini, belum diketahui juga dimana makamnya. Jika Situmeang memiliki yayasan, maka bisa dibentuk satu tim untuk menjejaki semua makam para ompung kita ini.
Atau, jika memang ada yang tahu dimana saja makamnya, maka bisa juga mengirim informasi ke kami untuk kami buatkan tulisannya.
Sebaiknya sertakan nama, kalau bisa ada foto-foto pendukungnya. Bisa kirim ke email : martunas_manna@yahoo.co.id dan martunas0905@gmail.com.
Untuk tulisan berikutnya, kami akan buatkan Situmeang No.4. Sehingga, kita Situmeang bisa makin paham silsilah kita dari atas hingga saat ini.
Apabila ada nama yang keliru baik penulisannya atau jika ada letaknya yang sama (siabangan vs siadeakan) dalam tulisan ini, maka bisa menghubungi kami lewat email kantor ini. Atau email yang saya kirim tersebut.
Bagaimanapun, tulisan ini belum tentu sempurna. Karena itulah, dibutuhkan bantuan data dan dukungan, kritik dan saran dari pomparan Situmeang untuk melengkapi data-data ini.
Tulisan ini kita harapkan bersama bisa menambah pengetahuan kita semua khususnya pomparan Situmeang maupun masyarakat Batak umumnya serta masyarakat dunia.***
Berita-berita tentang Situmeang akan terus kami lanjutkan
Oleh : Martunas Situmeang


