Uncategorized

Pangkoarmada I Titipkan Nilai Kepemimpinan kepada Generasi Penerus Bangsa

Pangkoarmada I Titipkan Nilai Kepemimpinan kepada Generasi Penerus Bangsa.f-ist

TANJUNG UBAN – Angin laut yang berembus di Geladak Heli KRI Semarang-594, Kamis (25/6/2026), menjadi saksi berakhirnya perjalanan singkat namun penuh makna bagi ratusan peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang V Triwulan II Tahun Anggaran 2026.

Bukan sekadar penutupan kegiatan. Di atas kapal perang kebanggaan bangsa itu, terselip pesan besar tentang masa depan Indonesia yang dititipkan kepada generasi muda.
Satu per satu tanda peserta dilepaskan dalam upacara penutupan. Simbol sederhana itu menandai berakhirnya rangkaian pelatihan yang telah mereka jalani selama beberapa hari.

Namun bagi para kadet muda tersebut, pengalaman yang diperoleh diyakini akan terus melekat jauh setelah mereka meninggalkan geladak kapal.
Di hadapan peserta, Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I), Laksamana Muda TNI Haris Bima Bayuseto, hadir bukan hanya sebagai pemimpin militer.

Ia tampil layaknya seorang mentor yang ingin memastikan generasi muda Indonesia memahami arti disiplin, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap bangsa.

Dengan latar lautan yang membentang luas, Haris Bima mengingatkan para peserta bahwa masa depan Indonesia berada di tangan mereka.

Menurutnya, tantangan zaman semakin kompleks. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga persaingan global menuntut generasi muda memiliki karakter kuat, semangat belajar, serta rasa cinta tanah air yang tidak mudah luntur.

“Nilai-nilai bela negara, kepemimpinan, dan kedisiplinan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Generasi muda harus siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kuat,” pesan Pangkoarmada I.

Pesan tersebut terasa relevan mengingat Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia.

Sebagai bangsa yang hidup di antara lautan, generasi muda dinilai perlu memiliki kesadaran kemaritiman yang tinggi agar mampu menjaga sekaligus memanfaatkan potensi laut untuk kemajuan bangsa.

Selama mengikuti KKRI, para peserta tidak hanya menerima materi di ruang kelas. Mereka juga diajak merasakan langsung kehidupan yang sarat dengan kedisiplinan, kerja sama tim, dan semangat pengabdian.

Bagi sebagian peserta, pengalaman berada di lingkungan TNI Angkatan Laut menjadi sesuatu yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Mereka belajar bahwa menjadi pemimpin tidak hanya soal memberi perintah, tetapi juga tentang keteladanan dan tanggung jawab.

Usai memberikan pengarahan, Pangkoarmada I menyerahkan bingkisan secara simbolis kepada peserta. Gestur sederhana tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama mengikuti program pembinaan.

Acara penutupan juga dihadiri unsur Forkopimda, pejabat Koarmada I, perwakilan pemerintah daerah, para komandan satuan, serta komandan KRI yang berada di wilayah Tanjung Uban.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda bukan hanya tugas satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama.

KKRI sendiri merupakan program yang dirancang untuk membentuk karakter pelajar yang berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, sehat jasmani dan rohani, serta peduli terhadap lingkungan dan kemaritiman.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari pengaruh negatif media sosial hingga ancaman lunturnya nilai-nilai kebangsaan, program seperti KKRI menjadi ruang penting untuk menanamkan karakter positif sejak dini.

Ketika upacara berakhir dan para peserta mulai meninggalkan geladak KRI Semarang-594, mereka membawa lebih dari sekadar sertifikat atau kenangan foto bersama.

Mereka membawa bekal berupa nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, dan cinta tanah air yang diharapkan tumbuh menjadi fondasi dalam perjalanan hidup mereka.

Di atas kapal perang yang pernah mengarungi berbagai perairan Nusantara, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan: Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter. Dan dari Tanjung Uban, harapan itu kembali disemai. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *