Impor dan Ekspor Kepri Januari-April 2026 Masih Surplus

BATAM – Perbandingan perdagangan Provinsi Kepri antara nilai ekspor dan impor periode Januari-April 2026 masih surplus meski tipis-tipis.
Nilai kumulatif impor Provinsi Kepulauan Riau periode Januari-April 2026 adalah sebesar US$8.289,22 juta atau sekitar Rp147,56 Triliun dengan kurs Rp17.800/US$, Rabu (17/6/2026).
Sedangkan nilai kumulatif impor Kepri periode Januari-April 2026 mencapai US$8.319,65 juta atau sekitar Rp148,08 Triliun dengan kurs yang sama. Sehingga masih surplus sekitar Rp1,088 Triliun.
Dari data ini diketahui, bahan-bahan industri dan lainnya masih banyak didatangkan dari negara luar. Sehingga, meski nilai ekspor tinggi, nilai impor juga mengimbangi.
Tentu masih ada kabar baik sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, bahwa total impor kumulatif Kepri Januari-April 2026 mengalami kenaikan sebesar 13,81 persen yaitu dari US$7.283,15 juta menjadi US$8.289,22 juta.
Peningkatan impor Januari-April 2026 dibanding periode tahun lalu disebabkan oleh meningkatnya impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 20,07 persen dan 12,57 persen.
Impor Provinsi Kepulauan Riau pada April 2026 mengalami peningkatan sebesar 24,54 persen, yaitu dari US$1.926,94 juta menjadi US$2.399,71 juta.
Peningkatan nilai impor April 2026 dibanding April 2025 disebabkan oleh peningkatan ekspor sektor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 137,85 persen dan 9,19 persen.
Komoditi impor migas terbesar di Provinsi Kepulauan Riau pada Januari-April 2026 adalah hasil Minyak dengan nilai impor sebesar US$1.445,90 juta dan memiliki peran 17,44 persen dari total nilai impor.
Pada impor nonmigas, komoditi impor terbesar di Provinsi Kepulauan Riau selama Januari-April 2026 adalah hasil industri dengan nilai impor mencapai US$6.677,35 juta dan memiliki peran 80,55 persen dari total nilai impor.
Nilai impor Provinsi Kepulauan Riau April 2026 mencapai US$ 2.399,71 juta atau naik 24,54 persen dibanding impor April 2025. Impor nonmigas April 2026 mencapai
US$1.852,92 naik 9,19 persen dibanding April 2025.
Selama Januari-April 2026, impor nonmigas terbesar adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (HS 85) dengan nilai US$2.852,80 juta atau 41,69 persen dari total impor nonmigas.
Selama Januari-April 2026, Tiongkok menjadi negara pemasok barang impor terbesar mencapai US$3.330,12 juta dengan peranannya sebesar 40,17 persen.
Tiongkok merupakan negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada JanuariApril 2026, mencapai US$3.326,37 juta dengan peranan sebesar 48,61 persen.
Sedangkan negara pemasok barang impor migas terbesar selama Januari-April 2026 yaitu Fed Russia dengan nilai impor mencapai US$518,59 juta dengan peranan sebesar 35,87 persen.
Pelabuhan bongkar barang impor terbesar selama bulan Januari-April 2026 adalah Pelabuhan Batu Ampar dengan nilai impor sebesar US$4.318,28 juta, diikuti Pelabuhan
Sekupang dengan nilai impor sebesar US$1.437,74 juta, dengan peranan keduanya mencapai 69,44 persen.
Pelabuhan bongkar barang impor terbesar menurut volume selama bulan Januari-April 2026 adalah Tanjung Balai Karimun dengan volume impor sebesar 1.487,62 ribu ton,
diikuti Pelabuhan Batu Ampar dengan volume impor sebesar 934,17 ribu ton, dengan peranan keduanya mencapai 62,72 persen. (*/Martunas)
Editor : Abas


