Uncategorized

Menempa Profesionalisme Prajurit Laut, Koarmada I Bangun Kesiapan dari Kolam hingga Ruang Kelas

Menempa Profesionalisme Prajurit Laut, Koarmada I Bangun Kesiapan dari Kolam hingga Ruang Kelas.f,-ust

TANJUNGPINANG – Di balik kesiapan armada TNI Angkatan Laut menjaga kedaulatan perairan Indonesia, terdapat proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Bukan hanya latihan di tengah samudra, tetapi juga melalui pembelajaran di ruang kelas hingga penguatan kemampuan fisik di kolam renang militer.

Komitmen itu kembali terlihat saat Asisten Operasi Panglima Koarmada I (Asops Pangkoarmada I) Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia, S.Sos., M.Han., memimpin Upacara Bulan Profesi yang digelar di Kolam Renang Tirto Sagoro-02, Komplek Koarmada I Pondok Dayung, Jakarta, dan diikuti secara virtual oleh satuan jajaran Koarmada I.

Upacara tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan peningkatan kompetensi prajurit, sebuah agenda rutin yang dirancang untuk memperkuat profesionalisme sekaligus memastikan setiap personel mampu menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis.

Dalam amanatnya, Kolonel Laut (P) Andike Sry Mutia menegaskan bahwa seorang prajurit tidak cukup hanya memiliki semangat pengabdian.

Di era modern, kemampuan teknis dan penguasaan teknologi menjadi bekal utama dalam mendukung keberhasilan setiap operasi di laut.

Profesionalisme, menurutnya, lahir dari proses belajar yang tidak pernah berhenti. Pengetahuan harus terus diperbarui, keterampilan terus diasah, dan kesiapan mental maupun fisik harus selalu dijaga agar setiap prajurit mampu menjalankan tugas secara maksimal.

Semangat itu kemudian diwujudkan melalui renang militer yang diikuti prajurit dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor), Satuan Kapal Amfibi (Satfib), Satuan Kapal Bantu (Satban), Satuan Kapal Cepat (Satkat), dan Satuan Kapal Ranjau (Satran). Dipandu oleh prajurit Satuan Koppeba Koarmada I, latihan tersebut menjadi sarana meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus membangun kemampuan bertahan dan bergerak di lingkungan perairan.

Bagi prajurit laut, air bukan sekadar media latihan, melainkan bagian dari ruang pengabdian yang harus dikuasai dengan penuh kesiapan dan disiplin.

Namun pembinaan tidak berhenti pada aspek fisik. Di ruang-ruang kelas, para prajurit juga memperdalam berbagai materi teknis yang menjadi fondasi pelaksanaan operasi modern. Mereka dikenalkan pada instrumen dasar Pusat Informasi Tempur (PIT), konsep Anti Surface Warfare (ASuW), hingga sistem Planned Maintenance System (PMS) dan tata cara penggunaan Sistem Perawatan Terencana (SPT).

Pembelajaran tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk prajurit yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan penguasaan teknologi yang dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis maritim.

Melalui Bulan Profesi, Koarmada I menunjukkan bahwa kekuatan sebuah armada tidak hanya diukur dari kecanggihan kapal perang yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikannya. Prajurit yang profesional, adaptif, dan terus meningkatkan kompetensi akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan laut Indonesia.

Dari kolam renang militer hingga ruang kelas pembelajaran, setiap tahapan menjadi bagian dari proses panjang menempa prajurit-prajurit laut yang siap mengabdi. Sebab menjaga lautan Nusantara membutuhkan lebih dari sekadar keberanian—ia membutuhkan ilmu, disiplin, dan profesionalisme yang terus diasah tanpa henti. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *