BUDAYA

Pomparan Situmeang di Provinsi Kepri 800 KK

Pesta Bona Taon Naipospos di Tanjungpinang Februari 2026. f-katasiber.id

DARI Dolok Imun, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Taput Sumut, keturunan Jamita Mangaraja Situmeang menyebar ke seluruh Indonesia termasuk ke luar negeri.

Namun, sulit menemukan data akurat dimana saja pomparan Situmeang berada saat ini. Termasuk sulit mendapatkan data per kabupaten/kota.

Hingga tahun 2026 ini, Indonesia memiliki total 514 kabupaten dan kota. Sebanyak 416 kabupaten dan 98 kota yang menyebar di 38 provinsi.

Salah satu provinsi di Indonesia adalah Provinsi Kepri. Provinsi ini memiliki 5 kabupaten dan 2 kota yakni Kota Batam dan Kota Tanjungpinang.

Sedangkan kabupaten ada 5 yakni, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Anambas dan Kabupaten Lingga.

Di Provinsi Kepri, hanya di Batam yang sudah berdiri sendiri Punguan Pomparan Situmeang, Boru, Bere, Ibebere.

Di Tanjungpinang, Situmeang masih bergabung di Punguan Raja Naipospos yang mencakup hingga ke Kijang (Bagian dari Kabupaten Bintan).

Untuk Kabupaten Bintan, terdiri dari dua wilayah perkotaan besar yakni Tanjunguban dan Kijang. Karena Kijang dekat dengan Tanjungpinang, sehingga pomparan Situmeang disana bergabung ke Tanjungpinang.

Sedangkan di Tanjunguban sekitarnya yang berjarak sekitar 70 Km dari Kijang, pomparan Si Raja Naipospos disana sudah membuat punguan (kumpulan masing-masing) yakni Toga Marbun dan Par Sipoholon (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang Boru, Bere, Ibebere).

Di Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas, berhubung warga Batak belum begitu banyak, mereka masih menyatu dengan Punguan Warga Batak.

Belum diketahui banyak tentang kegiatan warga Batak disana, terkait Mengadati, Saur Matua,, Sari Matua, dan lainnya.

Berdasarkan data yang kami himpun, dari 7 kabupaten-kota di Kepri, data yang bisa kami prediksi terkait jumlah Pomparan Situmeang hanya di Batam, Tanjungpinang, Kijang dan Tanjunguban.

Di Batam, berdasarkan informasi dari pengurusnya, jumlah mereka sekitar 700 KK Situmeang, Boru, Bere, Ibebere.

Di Tanjungpinang dan Kijang, dari 280-an KK Anggota Naipospos, Pomparan Situmeang sendiri sekitar 74 KK sudah termasuk boru, bere dan ibebere.

Di Tanjunguban, dari sekitar 40 KK anggota warga Sipoholon, pomparan Situmeang sekitar 10 KK.

Sedangkan di empat kabupaten lainnya, tidak ada data pasti atau data perkiraan. Karena itu, kami perkirakan sekitar 800 KK lah pomparan Situmeang, Boru, Bere, Ibebere di Kepri.

Di Batam sendiri, ketika penulis masih lajang hingga tahun 2007, Situmeang masih bergabung dengan abang-abangnya. Di tahun berikutnya, berpisah dan membuat punguan sendiri karena jumlahnya sudah banyak.

Di tahun 2026, jumlah punguan Situmeang di Batam sekitar 700-an KK. Pertumbuhan yang sangat cepat. Mungkin karena Batam adalah kota perantauan banyak suku.

Bisa jadi, penambahan anggota mereka begitu cepat karena anak-anak anggota punguan itu sudah menikah dan menjadi anggota.

Tugas kita masih banyak jika ingin mendapat keturunan Situmeang per provinsi. Namun, karena tidak ada pengurus nasional, maka sulit mendapatkan data itu.

Beda dengan Simbolon yang memiliki pengurus pusat hingga daerah. Sehingga mereka bisa memperkirakan jumlah anggotanya yang sudah mencapai 300 ribu.

Tulisan tentang Situmeang akan terus kami buat jika ada data lain yang bisa diolah. Tulisan terkait angka ini masih perkiraan. Data ini sebagai gambaran saja untuk kita terutama pomparan Situmeang, Boru, Bere, Ibebere.

Data ini baru berasal dari 1 provinsi. Makam Jamita Mangaraja Situmeang kini tetap berada di Dolok Imun Hutaraja. Sekitar 400 tahun kemudian, pomparannya sudah sangat banyak.

Jika ada data atau tulisan, bisa kirim ke email martunas0905@gmail.com.***

Oleh : Martunas Situmeang

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *