Pelebaran Jalan Tengku Sulung Dimulai, Langkah Pemko Batam Urai Kemacetan Batam Kota

BATAM, katasiber – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan proyek pelebaran Jalan Tengku Sulung di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan yang terus berkembang pesat.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp14,6 miliar, proyek tersebut menjadi salah satu pembangunan infrastruktur strategis yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Batam Kota yang semakin tinggi dari tahun ke tahun.
Ruas Jalan Tengku Sulung selama ini dikenal sebagai jalur vital penghubung aktivitas warga.
Setiap pagi dan sore, jalan tersebut dipadati kendaraan masyarakat yang berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi di pusat kota.
Kondisi itu kerap memicu antrean panjang, terutama di titik-titik persimpangan menuju kawasan permukiman dan pendidikan.
Melalui proyek pelebaran sepanjang 2,2 kilometer, mulai dari Simpang Cikitsu hingga Bundaran SMA Negeri 3 Batam, Pemko Batam berharap kapasitas jalan meningkat sehingga arus kendaraan menjadi lebih lancar dan efisien.
Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh PT Medani Tractorindo Perkasa sebagai kontraktor pelaksana dengan pengawasan dari PT Ganesha Pratama Consultant. Berdasarkan kontrak Nomor 63/000.3.3/SPJ/RJ/BM/IV/2026, proyek tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 210 hari kalender atau sekitar tujuh bulan.
Jika berjalan sesuai jadwal, masyarakat diperkirakan sudah dapat menikmati hasil pembangunan tersebut pada triwulan IV tahun 2026.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Rudi, perkembangan kawasan Batam Kota yang begitu cepat harus diimbangi dengan infrastruktur memadai agar mobilitas masyarakat tidak terhambat.
“Kami berharap pembangunan jalan ini benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dalam mengurangi kemacetan maupun mendukung aktivitas ekonomi warga,” ujarnya.
Tak hanya soal kelancaran lalu lintas, pelebaran Jalan Tengku Sulung juga dinilai penting dalam mendukung perkembangan kawasan permukiman dan pusat pendidikan di sekitarnya. Jalan tersebut menjadi akses utama bagi ribuan warga yang tinggal di kawasan Belian, Baloi Permai, dan sekitarnya.
Bagi masyarakat, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik jalan, melainkan bagian dari harapan akan perjalanan yang lebih nyaman, waktu tempuh yang lebih singkat, serta meningkatnya keselamatan pengguna jalan.
Di sisi lain, aktivitas pembangunan tentu membawa tantangan tersendiri selama masa konstruksi berlangsung.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan di sekitar lokasi pekerjaan.
Meski demikian, warga menyambut positif dimulainya proyek tersebut. Banyak masyarakat berharap pengerjaan berjalan tepat waktu dan tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar selama proses pembangunan berlangsung.
Pelebaran Jalan Tengku Sulung menjadi gambaran bagaimana pembangunan infrastruktur terus menjadi prioritas Pemko Batam dalam menopang pertumbuhan kota yang semakin dinamis.
Dengan akses jalan yang lebih baik, Batam diharapkan mampu menghadirkan mobilitas yang lebih tertata sekaligus memperkuat daya dukung ekonomi dan kualitas hidup masyarakatnya. (bs)


