Kepri Bidik Wisata Lintas Batas Jadi Mesin Baru Pariwisata Nasional

KEPRI, katasiber – Provinsi Kepulauan Riau kembali menunjukkan ambisinya menjadi gerbang utama pariwisata Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang digelar di Jakarta, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura tampil membawa gagasan besar tentang penguatan cross border tourism atau pariwisata lintas batas sebagai kekuatan baru sektor wisata daerah.
Bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, forum nasional tersebut menjadi wadah strategis mempertemukan pemerintah pusat dan daerah dalam menyusun arah pembangunan pariwisata Indonesia lima tahun ke depan.
Pada hari kedua Rakornas, Nyanyang tampil sebagai keynote speaker dengan membawakan materi bertajuk Inovasi dan Sinkronisasi Penataan Cross Border Tourism dan Pariwisata Bahari di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa posisi geografis Kepri yang berada di jalur strategis Selat Malaka merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Kepri dinilai memiliki keunggulan alami sebagai daerah perbatasan yang dekat dengan Singapura dan Malaysia, didukung akses transportasi internasional yang relatif mudah, infrastruktur akomodasi yang terus berkembang, serta kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Singapura.
Menurut Nyanyang, potensi tersebut perlu diiringi dengan inovasi dan percepatan pembangunan infrastruktur agar sektor pariwisata Kepri mampu bersaing di tingkat global.
“Kami terus menggesa pembangunan infrastruktur guna mendukung pariwisata di Kepulauan Riau. Jangan sampai destinasi wisata budaya, agama, maupun nantinya wisata bahasa tidak dapat dikelola maksimal karena keterbatasan akses,” ujarnya.
Pernyataan itu menggambarkan arah baru pengembangan wisata Kepri yang kini tidak hanya bertumpu pada wisata bahari, tetapi mulai diperluas ke sektor wisata budaya, religi, hingga wisata edukasi berbasis bahasa dan budaya Melayu.
Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pariwisata juga mulai memperkuat strategi pemasaran dan promosi wisata di tingkat ASEAN.
Langkah tersebut dilakukan agar Kepri tidak sekadar menjadi daerah transit wisatawan mancanegara, melainkan benar-benar menjadi destinasi utama dengan pengalaman wisata yang lengkap dan berdaya saing.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Hasan dan Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Kepri Sentot Faisal menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk kebijakan maupun penguatan anggaran, guna mempercepat pengembangan industri pariwisata daerah.
Rakornas Pariwisata 2026 sendiri dibuka oleh Ni Luh Puspa dan dihadiri Menteri Pariwisata Widya Widiyanti Putri Wardhana.
Mengusung tema Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Keberlanjutan (ORIK), forum tersebut fokus membahas penguatan kolaborasi dan transformasi ekosistem pariwisata nasional dalam mendukung target RPJMN 2025–2029.
Selain pengembangan destinasi dan pariwisata berkelanjutan, pemerintah juga menargetkan investasi sektor pariwisata mencapai Rp63,5 triliun sepanjang tahun 2026.
Bagi Kepulauan Riau, forum ini menjadi momentum penting untuk mempertegas identitas daerah sebagai salah satu wajah terdepan pariwisata Indonesia di kawasan perbatasan.
Dengan kekuatan wisata bahari, budaya Melayu, dan konektivitas internasional yang terus diperkuat, Kepri optimistis mampu menjadi pusat cross border tourism yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan. (bs)


