BATAM

IJD Batam 2026 Hari Ketiga: Energi Kolaborasi dan Kepedulian di Panggung Jazz

BATAM, katasiber – Semangat International Jazz Day 2026 di Batam kian terasa hangat dan membumi saat memasuki hari ketiga perayaan.

Buralimar bersama musisu jazz dari luar negeri.f-ist/untuk katasiber.

Bertempat di Park Avenue Mall, rangkaian pertunjukan tidak hanya menghadirkan kualitas musikal yang kuat, tetapi juga memancarkan energi kolaborasi dan kepedulian yang menjadi jiwa dari komunitas jazz itu sendiri.

Sejak sore hari, atmosfer panggung mulai dibangun oleh Luke Jozsua, drummer muda berbakat asal Batam yang tampil dalam format solo. Membuka acara pukul 17.00, Luke menunjukkan eksplorasi ritmis yang berani dan matang. Ia membawakan karya-karya dari Chick Corea dan Dave Weckl, serta menyelipkan komposisi orisinalnya sendiri.

Permainan dinamis dan penuh karakter itu menjadi penanda bahwa generasi muda Batam mulai mengambil peran penting dalam lanskap jazz nasional.

Energi tersebut berlanjut melalui kolaborasi duo gitaris Chepy dan Kiki yang tampil bersama Thom pada drum dan Budi pada electric bass. Mereka menghadirkan harmoni yang kaya, memadukan improvisasi dengan groove yang solid.

Permainan mereka terasa cair—seolah menjadi dialog musikal yang mengalir bebas, namun tetap terjaga dalam struktur yang kuat.

Penonton pun larut dalam suasana hangat yang perlahan berubah menjadi semakin enerjik.

Memasuki pukul 19.00, panggung dihidupkan oleh Diminished 7th, band asal Tanjungpinang yang mengajak audiens melakukan perjalanan nostalgia.

Lagu-lagu hits era 1980-an dibawakan dengan sentuhan jazz yang segar, menciptakan jembatan lintas generasi. Riuh tepuk tangan dan senyum penonton menjadi bukti bahwa musik tak mengenal batas waktu.

Namun, momen paling menyentuh justru hadir pada sesi berikutnya. Penampilan Zamis, penyanyi jazz muda Batam yang telah dinantikan, terpaksa dibatalkan karena ia harus mendampingi ibundanya yang sedang sakit.

Sebagai gantinya, Batam Jazz Connection naik ke panggung, menjaga ritme acara tetap hidup.

Lebih dari sekadar pengisi slot, penampilan ini menjadi simbol solidaritas yang kuat.

Doa dan dukungan pun mengalir, menegaskan bahwa jazz bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang rasa kebersamaan.

Perayaan akan mencapai puncaknya pada hari keempat, 3 Mei 2026. Agenda dimulai sejak pukul 14.30 dengan workshop drum terbuka untuk umum—sebuah ruang edukasi yang memperkuat transfer pengetahuan antarmusisi.

Sore harinya, panggung akan diisi oleh Sausan, Roadroots, hingga penampilan pianis internasional Nita Aartsen yang siap menghadirkan nuansa global di tengah geliat lokal..

Lebih dari sekadar festival, IJD Batam 2026 telah menjelma menjadi ruang hidup bagi komunitas tempat kolaborasi, pembelajaran, dan empati bertemu dalam harmoni. .

Dari panggung sederhana di Batam, denyut jazz terus berdetak, menguatkan posisi kota ini sebagai salah satu titik tumbuh penting bagi perkembangan musik jazz di Indonesia. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *