ANAMBAS

Dari Dermaga Apung hingga UMKM: Peta Pembangunan Anambas 2026 yang Dibeberkan Ansar

Dari Dermaga Apung hingga UMKM: Peta Pembangunan Anambas 2026 yang Dibeberkan Ansar.f-ist

ANAMBAS, katasiber – Suasana hangat Halalbihalal di Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (12/4/2026) malam, menjadi panggung penting bagi Ansar Ahmad untuk memaparkan arah pembangunan daerah kepulauan tersebut.

Di hadapan masyarakat, ia tidak hanya berbicara tentang rencana, tetapi juga menegaskan kesinambungan program yang telah berjalan.

Didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Ansar menekankan bahwa pembangunan Anambas tahun 2026 akan menyentuh berbagai sektor, mulai dari infrastruktur dasar hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan dermaga apung berbahan HDPE di Kecamatan Palmatak dengan nilai Rp3,57 miliar.

Kehadiran dermaga ini diharapkan menjadi solusi mobilitas laut yang lebih aman dan efisien bagi masyarakat kepulauan.

Tak hanya itu, pemerintah juga merancang pembangunan dan peningkatan sejumlah ruas jalan strategis, seperti Jalan Letung Pelabuhan Letung, Batu Ampar–Batu Nyodong, hingga akses Kampung Melayu–Tiangau.

Infrastruktur ini diyakini akan membuka konektivitas sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Di sektor sosial, komitmen pemerintah tetap kuat. Melalui program perlindungan tenaga kerja, Pemprov Kepri продолжает menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi puluhan ribu nelayan dan petani.

Saat ini, tercatat 31.304 nelayan dan 9.200 petani telah merasakan manfaatnya.

“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi jaminan masa depan. Ada santunan hingga beasiswa pendidikan bagi anak-anak peserta,” ujar Ansar.

Di sisi lain, penguatan ekonomi kerakyatan juga terus didorong melalui pembiayaan UMKM. Puluhan pelaku usaha di Anambas telah menerima akses permodalan, menjadi bukti nyata upaya pemerintah dalam menjaga denyut ekonomi daerah.

Meski tantangan fiskal tetap ada, Ansar memastikan pemerintah akan mengelola anggaran secara bijak.

“Kita akan berhemat agar bantuan kepada masyarakat tetap bisa diberikan secara optimal,” tegasnya.

Jejak 2025: Fondasi Pembangunan Berkelanjutan

Apa yang direncanakan pada 2026 tidak lepas dari capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menggelontorkan bantuan sebesar Rp19,64 miliar untuk Anambas.

Bantuan tersebut mencakup hibah bagi 15 rumah ibadah, insentif keagamaan untuk guru nonformal, hingga dukungan bagi penyuluh agama dan mubaligh. Bahkan, program Mubalig Hinterland turut diperkuat dengan penempatan delapan dai di wilayah kepulauan.

Menurut Ansar, penguatan nilai keimanan menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Ia menilai, pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga menyangkut ketahanan moral masyarakat.

Sementara di sektor infrastruktur, berbagai proyek telah dijalankan, mulai dari pembangunan jalan penghubung antar desa, pemeliharaan jalan provinsi, hingga pengembangan ruang terbuka hijau di Kecamatan Palmatak.

Tak kalah penting, program elektrifikasi melalui “Kepri Terang” terus menjangkau wilayah terpencil. Hingga kini, sebanyak 1.777 rumah tangga di Anambas telah menikmati akses listrik, bagian dari total 14.225 rumah tangga di seluruh Kepulauan Riau.

Dengan kombinasi pembangunan fisik, perlindungan sosial, dan pemberdayaan ekonomi, Ansar optimistis arah pembangunan ini akan membawa Kepulauan Riau semakin maju, makmur, dan merata.

Di tengah hamparan laut dan gugusan pulau, Anambas perlahan menata masa depannya dengan dermaga yang menghubungkan, jalan yang membuka akses, dan harapan yang terus tumbuh di setiap sudut negeri. (bs)

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *