Promosi Wisata Kepri Jangan Hanya Mengejar Kunjungan, Masyarakat Harus Merasakan Manfaat

BATAM – Kepulauan Riau menyimpan potensi pariwisata yang membentang luas, mulai dari gugusan pulau berpasir putih, bentang alam bahari, hingga kekayaan budaya dan tradisi Melayu yang hidup di tengah masyarakat. Namun, di balik potensi tersebut, promosi wisata Kepri masih perlu diperluas agar tidak hanya bertumpu pada Batam.
Natuna, Anambas, Lingga, dan sejumlah daerah lainnya memiliki daya tarik yang layak diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Tantangannya bukan semata menghadirkan promosi, melainkan memastikan informasi mengenai destinasi tersebut sampai kepada calon wisatawan secara luas, akurat, dan mampu membangun kepercayaan.
Di sinilah pers memiliki peran penting. Melalui pemberitaan yang informatif, berimbang, dan menarik, media dapat membantu membuka jendela bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat destinasi-destinasi yang selama ini belum banyak terekspos.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, Saibansah Dardani, menegaskan bahwa wartawan memiliki tanggung jawab untuk ikut memperkenalkan kekayaan pariwisata daerah. Menurutnya, potensi wisata Kepri tidak boleh hanya dikenal melalui satu atau dua daerah yang selama ini menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan.
“Kepri masih memiliki tempat-tempat wisata yang belum terjamah, bukan hanya di Batam saja, melainkan juga di Natuna, Anambas, Lingga, dan lainnya. Wartawan harus ikut, memperkenalkannya, membangun kepercayaan bahwa lokasi tersebut sesuai dengan ekspektasi,” kata Saibansah di Batam Center, Jumat (9/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa promosi pariwisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk insan pers yang setiap hari berinteraksi dengan informasi dan masyarakat.
Kepri memiliki keunggulan geografis karena berada di jalur strategis yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kedekatan dengan dua negara tersebut membuka peluang untuk menjangkau pasar wisatawan regional, sekaligus memperkuat posisi Kepri sebagai salah satu tujuan wisata bahari di kawasan Asia Tenggara.
Namun, kedekatan geografis saja tidak cukup. Destinasi yang memiliki keindahan alam tetap membutuhkan akses informasi yang memadai, konektivitas transportasi, pelayanan yang baik, serta jaminan kenyamanan bagi pengunjung.
Pemberitaan media dapat menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan tersebut.
Wisatawan tidak hanya ingin melihat gambar pantai yang indah atau pulau yang menawan. Mereka juga membutuhkan informasi tentang cara menuju lokasi, pilihan transportasi, fasilitas yang tersedia, kondisi lingkungan, hingga pengalaman masyarakat dan wisatawan yang pernah berkunjung.
Karena itu, pemberitaan pariwisata idealnya tidak berhenti pada publikasi keindahan suatu tempat. Liputan yang mendalam perlu menggambarkan kondisi destinasi secara utuh, termasuk kelebihan, tantangan, dan kesiapan masyarakat setempat dalam menyambut wisatawan..
Potensi Besar, Promosi Perlu Diperluas
Peluang pengembangan pariwisata Kepri tercermin dari pergerakan kunjungan wisatawan mancanegara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2026 mencapai 226.035 kunjungan. Angka tersebut meningkat 25,14 persen dibandingkan Juli 2026 yang mencatat 180.623 kunjungan.
Data itu menunjukkan adanya dinamika kunjungan wisatawan yang dapat menjadi peluang bagi pengembangan sektor pariwisata. Meski demikian, pertumbuhan kunjungan secara keseluruhan perlu diikuti upaya memperluas persebaran destinasi agar manfaat pariwisata tidak terkonsentrasi pada kawasan tertentu.
Batam selama ini memiliki posisi penting sebagai pintu masuk wisatawan ke Kepri. Akan tetapi, daerah lain juga perlu mendapatkan ruang promosi yang lebih besar agar potensi wisata yang dimiliki dapat berkembang.
Natuna, misalnya, memiliki lanskap kepulauan dan pesona alam bahari. Anambas menawarkan daya tarik pulau-pulau tropis dan perairan yang memikat.
Sementara itu, Lingga menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi Melayu yang menjadi bagian dari identitas Kepulauan Riau.
Setiap daerah memiliki karakter dan keunggulan tersendiri. Perbedaan inilah yang seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun ragam pilihan wisata di Kepri, bukan sekadar menjadikan satu daerah sebagai pusat perhatian.
Melalui liputan yang konsisten, media dapat membantu memperkenalkan keunikan tersebut kepada khalayak yang lebih luas..
Cerita mengenai kehidupan nelayan, tradisi masyarakat pesisir, kuliner khas, sejarah lokal, hingga upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat menjadi materi pemberitaan yang menarik sekaligus memberikan pemahaman lebih mendalam tentang suatu .
Pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan atau popularitas sebuah destinasi. Hal yang tidak kalah penting adalah sejauh mana aktivitas wisata memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Aspek tersebut menjadi perhatian Bidang Media Siber dan Multimedia PWI Kepri, Sarah Meilina Husen.
Ia menilai media dapat mengambil peran dalam memperkenalkan destinasi sekaligus mengangkat persoalan yang memengaruhi pengalaman wisatawan dan keberlangsungan usaha pariwisata.
“Pariwisata harus berdampak bagi warga lokal, bukan hanya pelaku usaha besar. Wartawan bisa membantu memastikan itu lewat liputan yang mengedepankan hospitality dan ekosistemnya,” ujar Sarah.
Menurutnya, pemberitaan pariwisata perlu memberi ruang bagi suara masyarakat yang hidup dan bekerja di sekitar destinasi. Pelaku usaha kecil, pengelola penginapan, pemandu wisata, nelayan, perajin, hingga pelaku kuliner lokal merupakan bagian dari ekosistem yang ikut menentukan keberlanjutan sektor pariwisata.
Liputan yang mengangkat pengalaman dan usaha mereka dapat memperlihatkan bahwa pariwisata bukan sekadar kegiatan mendatangkan pengunjung, tetapi juga peluang untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pada saat yang sama, media dapat menyoroti persoalan kebersihan, pengelolaan sampah, kualitas pelayanan, akses transportasi, dan kelestarian lingkungan.
Berbagai aspek tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan sekaligus menentukan keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.
Dengan pemberitaan yang objektif, media dapat membantu mendorong perhatian terhadap persoalan-persoalan tersebut tanpa mengabaikan potensi dan upaya positif yang telah dilakukan masyarakat maupun pemerintah daerah.
Memanfaatkan Kekuatan Media Digital
Perkembangan teknologi informasi membuka kesempatan lebih luas bagi promosi pariwisata. Informasi mengenai sebuah destinasi kini dapat menjangkau calon wisatawan melalui berbagai kanal digital, tidak lagi terbatas pada pemberitaan cetak atau tayangan televisi.
Sarah menilai pemanfaatan kanal digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan destinasi sekaligus menghadirkan cerita masyarakat yang berada di baliknya.
Format video, dokumenter pendek, foto jurnalistik, dan konten kolaboratif bersama pelaku wisata dapat dikembangkan untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk wisatawan dari luar negeri.
Konten semacam itu memungkinkan calon wisatawan memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang suasana destinasi, aktivitas yang dapat dilakukan, serta karakter masyarakat setempat.
Namun, daya tarik visual perlu tetap disertai akurasi informasi.
Penggunaan gambar dan video harus mencerminkan kondisi sebenarnya agar promosi tidak membentuk ekspektasi yang berbeda dari pengalaman wisatawan ketika tiba di lokasi.
Bagi media, tantangannya adalah menggabungkan kreativitas penyajian dengan prinsip-prinsip jurnalistik. Informasi yang menarik harus tetap faktual, sedangkan promosi potensi wisata perlu berjalan beriringan dengan kepentingan publik untuk mendapatkan gambaran yang jujur.
Kolaborasi antara media, pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku usaha pariwisata juga dapat membuka peluang untuk memperluas jangkauan informasi. Dengan dukungan data dan akses lapangan yang memadai, berbagai destinasi yang sebelumnya kurang dikenal dapat memperoleh perhatian yang lebih besar.
Dorongan PWI Kepri agar promosi pariwisata tidak hanya mengandalkan Batam merupakan bagian dari upaya memperluas pengenalan terhadap kekayaan daerah.
Kepri memiliki banyak cerita yang dapat disampaikan kepada publik, baik mengenai keindahan alam, warisan budaya, kehidupan masyarakat pesisir, maupun peluang ekonomi yang tumbuh melalui sektor pariwisata.
Peran pers dalam konteks ini tidak sebatas memperkenalkan tempat baru. Pemberitaan juga dapat membantu membangun reputasi destinasi, memberikan informasi yang dibutuhkan wisatawan, serta mendorong perhatian terhadap kualitas pelayanan dan kelestarian lingkungan.
Jika dilakukan secara konsisten, liputan pariwisata dapat menjadi jembatan antara potensi daerah dan kebutuhan wisatawan untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya..
Batam tetap menjadi bagian penting dalam peta pariwisata Kepri. Namun, kekuatan pariwisata provinsi ini sesungguhnya terletak pada keberagaman destinasi dan pengalaman yang ditawarkan oleh setiap daerah.
Natuna, Anambas, Lingga, dan wilayah lainnya perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk dikenal lebih luas.
Dengan dukungan pemberitaan yang berkualitas, pemanfaatan media digital, serta pengembangan ekosistem pariwisata yang melibatkan masyarakat, kekayaan Kepri dapat hadir bukan hanya dalam promosi, tetapi juga dalam pengalaman wisata yang memberi manfaat bagi daerah dan warganya. (*/bs)


