TANJUNGPINANG

Posyandu di Tanjungpinang Harus Punya Road Map Lima Tahun ke Depan

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah foto bersama usai menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Posyandu se-Kelurahan Kemboja di Yayasan Permabudhi, Jalan Kemboja, Tanjungpinang, Rabu (7/10/2026). f-humas

TANJUNGPINANG – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah meminta setiap posyandu menyusun roadmap lima tahun, lengkap dengan program dan target yang jelas. Posyandu tidak cukup menjalankan kegiatan rutin, tetapi harus mampu mengukur hasil kerja setiap tahun.

Lis mengatakan perencanaan tersebut harus disusun berdasarkan persoalan yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah. Masalah stunting, pernikahan dini, pola asuh, kondisi ekonomi dan pendidikan perlu menjadi bagian dari pemetaan.

“Kita tak ingin posyandu begini-begini saja. Di tangan ibu-ibu, kegiatan pemerintah terbantu. Karena itu, harus ada target lima tahun ke depan,” kata Lis dalam kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Posyandu se-Kelurahan Kemboja di Yayasan Permabudhi, Jalan Kemboja, Tanjungpinang, Rabu (7/10/2026).

Roadmap tersebut memuat langkah setiap bulan dan target tahunan. Hasilnya dievaluasi untuk melihat perkembangan program, termasuk penanganan stunting di wilayah masing-masing.

“Misalnya penyebab utama stunting apa, apakah pernikahan dini, ekonomi, pola asuh atau pendidikan. Nah, inilah yang harus kita rencanakan,” ujar Lis.

Di Kecamatan Tanjungpinang Barat terdapat 34 posyandu. Jumlah itu perlu diikuti peningkatan kemampuan kader, sarana pendukung dan kualitas pelayanan.

Data posyandu juga perlu diperkuat sebagai dasar penyusunan program. Data tersebut meliputi jumlah kader, balita, angka kelahiran hingga lansia di wilayah masing-masing.

“Kita harus tahu berapa sasaran balita, berapa balita di Kelurahan Kemboja, berapa angka kelahiran dan berapa lansia. Itulah yang harus dipegang posyandu,” pungkas Lis.

Setelah data tertata, kapasitas kader juga perlu terus di-upgrade melalui pelatihan dan penyegaran. Kader harus mampu membaca persoalan di lingkungannya dan tidak bekerja dengan pola yang sama setiap tahun.

“Kita harus punya evaluasi sejauh mana kader memiliki kapasitas. Maka kemampuan kader Posyandu ini harus ter-upgrade. Kita nggak boleh kerjanya standar,” lanjut Lis.

Untuk mendukung pelayanan, tujuh posyandu di Kelurahan Kemboja mendapat bantuan laptop, printer, lemari, kipas angin serta alat pemeriksaan gula dan kolesterol beserta strip pemeriksaan gula darah.

Lurah Kemboja Rohmanta menjelaskan bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemko Tanjungpinang kepada para kader yang selama ini ikut membantu pelayanan kesehatan masyarakat, mulai dari lansia, remaja hingga balita.

“Kebutuhan administrasi dan pelaporan posyandu cukup kompleks, sehingga dukungan sarana ini diperlukan untuk menunjang pelayanan. Semoga bantuan ini semakin meningkatkan pelayanan posyandu kepada masyarakat,” tutur Rohmanta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum Marzul Hendri, Camat Tanjungpinang Barat Haposan Siregar serta para kader posyandu. (*/Abas)

Editor : Martunas

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *