TANJUNGPINANG

Gubernur Ansar Gotong Royong Bersama OPD, Rawat Pesona Sejarah Pulau Penyengat

Gubernur Ansar Gotong Royong Bersama OPD, Rawat Pesona Sejarah Pulau Penyengat.f-ist

TANJUNGPINANG – Pagi di Pulau Penyengat terasa berbeda. Di tengah kawasan permukiman masyarakat, aktivitas gotong royong berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Bukan hanya petugas kebersihan, tetapi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau turut turun tangan membersihkan lingkungan.

Di antara mereka, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad ikut memegang peralatan kebersihan dan bergotong royong bersama jajaran pemerintah daerah, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan lingkungan. Bagi Pemerintah Provinsi Kepri, Pulau Penyengat merupakan kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, sekaligus potensi wisata yang harus terus dirawat.

Gotong royong dilakukan di sepanjang kawasan permukiman masyarakat. Sejumlah titik yang menjadi bagian dari aktivitas warga dibersihkan agar lingkungan tetap rapi, nyaman dan terawat.

Ansar mengatakan, pembangunan dan revitalisasi Pulau Penyengat yang selama ini dilakukan pemerintah harus dibarengi dengan komitmen untuk menjaga serta merawat hasil pembangunan tersebut.

Menurutnya, revitalisasi bukanlah pekerjaan yang berhenti ketika pembangunan fisik selesai. Justru, pemeliharaan lingkungan menjadi bagian penting agar berbagai fasilitas dan kawasan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya revitalisasi Pulau Penyengat. Karena itu, yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasil revitalisasi ini terus kita rawat dan jaga bersama, termasuk kebersihan lingkungannya,” ujar Ansar.

Bagi Ansar, kebersihan bukan hanya persoalan estetika. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya tarik Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

Pulau yang berada tidak jauh dari pusat Kota Tanjungpinang itu selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam sejarah Melayu.

Jejak sejarah, peninggalan budaya dan berbagai situs bersejarah menjadikan Penyengat memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan..

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian dari upaya mempertahankan pesona pulau tersebut.

“Kalau kebersihan dan lingkungannya terus kita jaga, tentu Pulau Penyengat akan semakin nyaman dikunjungi dan semakin menarik bagi wisatawan. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Ansar juga mengajak masyarakat Pulau Penyengat untuk mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Pemerintah, kata dia, tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.

Kesadaran sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga fasilitas umum dan merawat kawasan lingkungan menjadi bagian penting dalam mempertahankan wajah Pulau Penyengat.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan gubernur bersama jajaran OPD sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan maupun pemerintah.

Ada tanggung jawab bersama untuk memastikan kawasan permukiman tetap nyaman, fasilitas yang telah dibangun tetap terawat dan lingkungan Pulau Penyengat tetap menjadi bagian penting dari identitas sejarah dan budaya Kepri.

Lebih jauh, kebersihan juga menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat peninggalan sejarah, tetapi juga merasakan suasana lingkungan yang nyaman dan tertata.

Dengan demikian, merawat Pulau Penyengat bukan sekadar menjaga sebuah kawasan. Lebih dari itu, merupakan bagian dari menjaga warisan sejarah, budaya Melayu dan identitas Kepulauan Riau agar tetap hidup serta dapat dinikmati generasi mendatang.

Gotong royong yang dilakukan Ansar bersama jajaran OPD menjadi pengingat bahwa pembangunan dan pelestarian harus berjalan beriringan.

Pulau Penyengat telah memiliki cerita panjang tentang sejarah dan budaya. Kini, tantangannya adalah memastikan cerita itu tetap terjaga, bukan hanya melalui bangunan dan situs bersejarah, tetapi juga melalui lingkungan yang bersih, nyaman dan terawat.

Dan upaya itu, sebagaimana ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong tersebut, dimulai dari kepedulian bersama. (bs]

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *