Tangan Dingin Anak Kepri di Malaysia, Bawa SIGS BAND Johor Taklukkan Asian Music Games 2026

Head Coach SIGS Band Johor, Malaysia. f-ist
Dari Tanjungpinang ke Johor Bahru dan Perjuangan Membangun Generasi Juara
Oleh : Dody J. Purnama
Head Coach SIGS Band Johor, Malaysia
DI balik dentuman drum, tiupan brass, kibaran color guard, dan gemuruh arena Asian Music Games 2026, tersimpan sebuah cerita tentang perjuangan seorang anak Kepulauan Riau yang menyeberangi batas negeri untuk membangun generasi.
Namanya Dody J. Purnama, Head Coach SIGS Band Johor, Malaysia.
Bukan perjalanan yang dibangun dalam sehari. Dari lapangan latihan di Johor Bahru, Dody bersama tim melewati proses panjang—latihan, disiplin, koreksi, tekanan, kelelahan, hingga berkali-kali mengulang gerakan yang belum sempurna.
Semua dilakukan dengan satu keyakinan:
Tidak ada prestasi besar tanpa proses yang besar.

Dan di Asian Music Games 2026, kerja keras itu akhirnya berbicara.
Hasilnya bukan hanya satu gelar, tetapi rangkaian prestasi yang membanggakan di tingkat nasional dan internasional.
PANEN PRESTASI SIGS BAND JOHOR
Pada Pertandingan Pancaragam 9–13 September 2026, SIGS Band mencatat sederet capaian:
COLOUR GUARD SOLO – KEBANGSAAN
- 🥇 Johan — Tengku
- 🥉 Ketiga — Ariana
COLOUR GUARD DUO – KEBANGSAAN
- 🥉 Ketiga — Fareesa & Kasih Suci
IMA PERCUSSION – KEBANGSAAN
- 🥈 Kedua
IMA BRASS – KEBANGSAAN
- 🥉 Ketiga
IMA COLOUR GUARD – KEBANGSAAN
- Peringkat 6 GOLD LEVEL
SOLO TENOR – KEBANGSAAN
- 🥈 Kedua — Aisy Zahra
- 🥉 Ketiga — Farra Amani
Namun ledakan prestasi terbesar datang dari nomor utama.
MARCHING STREET PARADE – KEBANGSAAN
- 🥇 Johan Senior Division
- 🏆 Best Colour Guard
- 🏆 Best Winds
- 🏆 Best Uniform
- 🏆 Best Female Drum Major
Dan di level internasional:
- 🥉 Tempat Ketiga — Marching Street Parade Asian Music Games
Kemudian pada Marching Field Show – Kebangsaan:
- 🥇 Johan — Gold Award
- 🏆 Best Colour Guard
- 🏆 Best Uniforms
Sementara di panggung internasional Asian Music Games:
- 🥇 Gold Award — Marching Field Show

BUKAN SEKADAR MELATIH, TETAPI MEMBENTUK MANUSIA
Deretan piala itu memang membanggakan.
Tetapi di balik setiap medali terdapat sesuatu yang jauh lebih penting: proses pendidikan karakter.
Dody tidak hanya mengajarkan bagaimana memainkan alat musik, bergerak dalam formasi, atau tampil di arena pertandingan.
Ia mengajarkan disiplin.
Mengajarkan tanggung jawab.
Mengajarkan keberanian menghadapi tekanan.
Dan yang paling penting—mengajarkan bahwa satu individu tidak akan pernah lebih besar daripada sebuah tim.
Itulah filosofi yang dibawa Dody dari Kepulauan Riau ke Johor Bahru.
Dari Tanjungpinang, menyeberangi laut.
Dari lapangan latihan, menuju panggung Asia.
Dari seorang pelatih, menjadi bagian dari perjalanan lahirnya generasi juara.
Asian Music Games 2026 akhirnya menjadi saksi.
Bahwa kerja keras tidak mengenal batas negara.
Bahwa talenta muda dapat ditempa menjadi prestasi.
Dan bahwa seorang anak Kepri mampu berdiri di balik layar sebuah tim yang menorehkan prestasi di panggung nasional hingga internasional.
Dody J. Purnama.
Head Coach SIGS Band Johor.
Tangan dingin dari Kepulauan Riau.
Karena bagi seorang pelatih, juara bukanlah garis akhir.
Juara adalah bukti bahwa perjuangan telah berhasil mengubah potensi menjadi prestasi—dan latihan menjadi legacy.***


