Uncategorized

Kabut Asap Kiriman Mengharuskan Siswa SLTA Kepri Belajar Daring

Siswa SMAN 7 Tanjungpinang saat mengikuti sesi Literasi belum lama ini. f-ist

TANJUNGPINANG – Asap kiriman dari berbagai titik kebakaran di Sumatera terus memasuki langit Kepri hingga ketebalan asap makin pekat.

Pemerintah pun tidak mau mengambil risiko kesehatan pelajar. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri mengeluarkan kebijakan untuk agar siswa SLTA sederajat (SMA, SMK, SLB) di Kepri Belajar Dari Rumah (BDR).

BDR dimulai hari ini, Selasa (15/9/2026). Tidak disebutkan berapa hari pelaksanaan BDR. Namun, apabila kondisi udara membaik, maka kembali belajar di sekolah.

Putusan itu dikeluarkan Sekdaprov Misni, Senin (14/9/2026) sore. Awalnya, informasi yang masuk ke Grup WA orangtua siswa adalah agar anak-anak disuruh pakai masker ke sekolah.

Namun, sore harinya keluar kebijakan baru yakni BDR. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Nomor B/400.3.58/DISDIK-SET/2026.

Kebijakan BDR diberlakukan karena sebaran kabut asap berdampak terhadap kualitas udara. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kesehatan peserta didik.

Dalam surat edaran tersebut, BDR diberlakukan dengan mempertimbangkan indeks kualitas udara. Untuk SMA/SMK, pembelajaran dari rumah diterapkan ketika indeks kualitas udara berada di atas 100. Sementara untuk SLB, batas yang digunakan adalah di atas 90.

Selama BDR, kepala sekolah dan guru diminta menyiapkan skenario pembelajaran serta bahan ajar secara terstruktur. Materi juga perlu disesuaikan dengan kondisi dan keterbatasan akses peserta didik di masing-masing wilayah.

Guru juga diminta aktif berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan pembelajaran sekaligus kondisi kesehatan anak selama belajar dari rumah.

“Selain itu, presensi atau kehadiran aktivitas belajar murid tetap harus terdokumentasi dengan baik,” ujar Andi.

Orang tua juga diminta mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah. Aktivitas di luar rumah maupun di ruang terbuka juga diminta dibatasi untuk mengurangi paparan kabut asap.

Septian, salah satu siswa mengaku badannya gampang lemas belakangan ini. “Mungkin karena panas campur kabut asap,” ucapnya tak begitu menanggapi pertanyaan seputar BDR.

Sedangkan pantauan di lapangan, hari ini matahari tidak begitu menyengat. Namun cuaca tetap panas dan kualitas udara memang mulai tak baik. (*/Abas)

Editor : Sutana

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *