KESEHATANTANJUNGPINANG

Sabar Ya, AC RSUP Batu 8 Tanjungpinang Diperbaiki

RSUP Kepri di Batu 8 Tanjungpinang. Rumah sakit ini sedang tahap perbaikan di berbagai bidang. f-katasiber

TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri menggelontorkan hampir Rp20 miliar untuk ‘Menukangi’ kekurangan RSUP Kepri Batu 8 Tanjungpinang.

Akhir tahun 2026 ini, akan ada banyak perubahan di rumah sakit itu. Termasuk perbaikan AC. Sehingga, seluruh ruangan akan dingin.

Selama ini, rumah sakit itu memang memiliki AC. Namun tidak kuat lagi. Mungkin karena termakan usia. Sehingga, suhu di ruangan itu kurang dingin.

Nah, agar pasien dan penjenguk merasa nyaman dan tenang, Pemprov Kepri melakukan perbaikan tahun ini.

Pekerjaan difokuskan pada lima item utama perbaikan interior gedung rumah sakit. Pekerjaan meliputi pembenahan plafon, toilet dari lantai 1 hingga lantai 9, penataan lantai ramp dan teras lobi, serta peningkatan sistem pendingin ruangan atau AC.

Pekerjaan fisik RSUD Raja Ahmad Tabib dijadwalkan berlangsung hampir enam bulan, terhitung sejak 3 Juli hingga 29 Desember 2026.

Proyek peningkatan fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi Kepri tersebut memiliki alokasi anggaran sebesar Rp19,98 miliar, yang bersumber dari skema pinjaman daerah Provinsi Kepulauan Riau yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Kepri.

Lantai satu menjadi salah satu titik pekerjaan utama dengan porsi penyerapan anggaran hampir 50 persen.

Anggaran tersebut terutama digunakan untuk pemasangan unit dan instalasi sistem AC sentral baru, guna meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung kualitas lingkungan pelayanan di dalam rumah sakit.

Selain itu, sistem pendingin udara Variable Refrigerant Flow (VRF) pada lantai 5 hingga 8 juga mendapatkan peremajaan secara menyeluruh. Pekerjaan teknis tersebut turut mencakup dukungan instalasi pada sejumlah area layanan vital rumah sakit.

Wakil Gubernur Kepri Nyanyang mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini.

Menurutnya, persoalan kesehatan tidak hanya dapat diselesaikan melalui pelayanan kuratif di rumah sakit, tetapi juga membutuhkan langkah preventif melalui pola hidup sehat.

“Permasalahan kesehatan itu kalau kita tidak bisa jaga dari sekarang, preventif kita, mau sehat atau tidaknya tergantung pola hidup kita. Salah satunya dengan olahraga, kedua dalam pola makan,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga terus mendorong tersedianya ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat.

Nyanyang mencontohkan keberadaan jogging track di kawasan Gurindam 12 dan Tugu Sirih sebagai fasilitas publik yang dapat dimaksimalkan masyarakat.

“Dengan adanya jogging track, ada kawasan Gurindam 12, Tugu Sirih, itu untuk dapat dimaksimalkan bahwa masyarakat kita harus menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga,” ujarnya.

Sementara itu, untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan selama pekerjaan berlangsung, manajemen RSUD Raja Ahmad Tabib menerapkan sistem buka-tutup ruangan secara bergilir pada area rawat inap lantai 5 hingga 8.

Penutupan area dilakukan secara bergantian per lantai sehingga pekerjaan perbaikan dapat berlangsung dengan aman tanpa mengganggu secara keseluruhan pelayanan kepada pasien. (*/Abas)

Editor : Martunas

Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *